Perbandingan Kinerja PPBK Agen BRILink Zaman Dulu vs Now

Table of Contents

Sistem kerja agen BRILink saat ini menimbulkan banyak diskusi dari pelaku lapangan. Ada perubahan mencolok dalam strategi perekrutan dan kualitas sumber daya manusia yang terlibat. Hal ini tentu berdampak pada efisiensi dan hasil kerja harian, khususnya dalam konteks kinerja PPBK atau Petugas Penunjang Bisnis Keagenan BRI.

Dulu, mereka yang ditunjuk sebagai petugas PPBK biasanya berasal dari internal. Frontliner seperti customer service atau teller yang sudah lama berkecimpung di lingkungan kerja bank. Mereka sudah paham seluk-beluk proses, alur transaksi, serta kode-kode rekening koran.

Sekarang, bank BRI lebih memilih untuk merekrut dari kalangan fresh graduate. Ini tentu jadi titik perbedaan besar. Banyak yang menganggap rekrutan baru ini belum cukup memahami medan kerja secara teknis maupun psikologis.

Bukan maksud menjatuhkan. Tapi perubahan sistem ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah kualitas bisa tetap dijaga bila latar belakang petugas kurang mendukung?

Perbedaan Perekrutan PPBK Dulu dan Sekarang

Pada masa sebelumnya, para petugas PPBK berasal dari internal bank, terutama yang sudah menjabat sebagai frontliner lebih dari 5 tahun. Mereka mengerti alur proses dari hulu ke hilir. Karena tekanan naik jabatan tinggi, banyak yang memilih jalur PPBK sebagai solusi karier berkelanjutan.

Objek yang mereka hadapi sudah familiar. Misalnya, mereka bisa membaca kode tabungan agen dengan tanpa perlu pelatihan tambahan. Secara mental pun, petugas lama memiliki keterikatan lebih erat terhadap purpose pekerjaan.

Rekrutmen Gen Z menjadi PPBK BRILink

Rekrutmen saat ini lebih banyak menyasar usia 20-25 tahun, belum menikah, dan lulusan minimal D3. Strategi ini mungkin terkesan cost-saving, karena gaji untuk fresh graduate tentu lebih rendah dibanding karyawan lama.

Tapi, risiko muncul. Mereka tidak memiliki bekal pengalaman. Tidak sedikit kasus resign mendadak, ketidakstabilan posisi, serta kesulitan lapangan karena tak memahami konteks kerja yang sebenarnya.

“Gimana mereka mau ngerti kode transaksi jika basic-nya saja tidak pernah di frontliner?”

Pernyataan seperti ini banyak muncul dari agen yang terbiasa bekerja dengan petugas senior. Ini bukan sekadar keluhan, tapi gambaran situasi riil di lapangan.

Akibat Kurangnya Transfer Knowledge

Banyak petugas baru tidak punya senior sebagai mentor langsung. Mereka harus belajar secara otodidak. Namun, bagaimana bisa efektif jika tidak ada pembimbing?

Mereka tidak tahu cara membaca laporan gagal transaksi, tak paham fungsi kode sistem, bahkan tidak tahu proses evaluasi dari laporan agen di lapangan. Padahal, pekerjaan ini menuntut presisi tinggi dan kecepatan respons.

Apakah Sistem Lama Lebih Efektif?

Banyak pelaku lama di dunia perbankan mengamini satu hal: sistem lama lebih efisien. Mereka yang dipromosikan dari internal sudah paham proses, punya emotional bond dengan institusi, dan bertanggung jawab penuh atas pekerjaan.

Objek kerja yang ditangani oleh petugas lama biasanya selesai dengan pendekatan personal. Tidak hanya teknis, tapi juga relasional. Mereka tahu siapa agen mana, apa kebiasaannya, bahkan kadang hafal pola transaksinya.

Kenapa Bank Berubah Arah Rekrutmen?

Ada asumsi logis di balik pergeseran arah ini. Gaji petugas lama relatif tinggi, beban tunjangan meningkat. Maka, dipilih jalan efisiensi sumber daya. Tapi dengan mengorbankan pengalaman?

Aspek Petugas Lama (Frontliner) Petugas Baru (Fresh Graduate)
Pengalaman 5+ tahun 0 tahun
Kesiapan Lapangan Sangat tinggi Minimal
Tingkat Resign Rendah Tinggi
Efisiensi Biaya Rendah Tinggi

Ada yang Harus Dibenahi?

Pada akhirnya, kualitas SDM adalah ujung tombak. Meskipun sistem baru lebih murah dari sisi anggaran, efek jangka panjang bisa jadi lebih mahal jika tidak ditangani dengan pendekatan yang tepat.

Training berjenjang, mentoring dari senior, dan pemahaman sistem internal harus diutamakan. Tanpa itu, petugas baru hanya akan "numpang lewat" tanpa kontribusi signifikan.

Akhir Kata

Perubahan boleh dilakukan, tapi jangan lupakan pengalaman yang terbukti membawa hasil. Semoga pembaruan ini bisa lebih ditata dengan baik agar tidak kehilangan esensi kerja agen BRILink itu sendiri.

Sitemap