Cara Membuat Iklan Video AI untuk UMKM Kreatif
PoinTru.com - Saya pernah frustrasi sendiri waktu lihat iklan produk UMKM lain tampil sinematik, sementara konten saya kelihatan datar. Dari situ saya mulai eksperimen. Trial error. Sampai akhirnya ketemu pola kerja Cara membuat iklan video AI yang terasa realistis dan tetap ramah kantong. Pernah nggak Anda ngerasa ide sudah keren, tapi visual malah nggak mendukung?
Kenapa Saya Beralih ke Video AI
Saya jujur saja, dulu saya berpikir bikin iklan video itu urusan agensi mahal. Kamera, drone, lighting, semua terdengar ribet. Sampai suatu malam, saya lihat iklan sepatu raksasa di TikTok. Keren. Sinematik. Saya kira itu produksi besar. Ternyata itu hasil AI. Di situ saya mikir, “Oke, ini harus saya coba sendiri.”
Setelah beberapa minggu utak-atik, saya sadar satu hal. Video AI bukan soal alat canggih, tapi soal alur kerja. Kalau Anda paham urutannya, hasilnya bisa kelihatan mahal walau modalnya tipis. Saya bakal ceritakan versi saya, lengkap dengan blunder yang pernah saya buat biar Anda nggak ngulang kesalahan yang sama.
Alat yang Saya Pakai Sehari-hari
Saya tidak pakai laptop spek dewa. Bahkan sebagian besar proses saya lakukan dari ponsel. Ini daftar alat yang menurut saya paling praktis dan ramah pemula.
- Akun ChatGPT Image Generator untuk membuat visual awal produk
- Akses ke Digen AI sebagai mesin animasi gambar
- Aplikasi CapCut untuk Edit video sinematik di CapCut
- Koneksi internet stabil, ini penting, saya sering kesel kalau upload gagal
Kalau Anda tanya, “Harus berbayar semua?” Pengalaman saya, versi gratis sudah cukup untuk mulai. Nanti kalau sudah rutin bikin iklan dan ada hasil, baru pikir upgrade. Jangan kebalik.
Langkah 1, Bangun Visual di ChatGPT Image Generator
Langkah ini saya anggap fondasi. Tanpa gambar yang kuat, animasi akan terasa hambar. Saya biasanya mulai dengan membuka ChatGPT dan masuk ke fitur image. Lalu saya tulis prompt yang detail.
Contohnya, saat saya bikin iklan sepatu lokal, saya tulis gambaran warna, suasana kota, dan posisi produk. Saya minta sudut kamera dari bawah supaya kesan produknya “gede”. Kedengarannya sepele, tapi efeknya terasa.
<p>Buat gambar sepatu krem dan hitam di atas gedung kota modern dengan langit biru cerah, gaya sinematik, detail realistis</p> Saya pernah pakai prompt pendek. Hasilnya? Biasa saja. Setelah saya tambah detail, hasilnya langsung beda. Jadi, luangkan waktu di sini. Menurut saya, ini momen paling menentukan.
Langkah 2, Tutorial Digen AI untuk Memberi Gerak
Nah, sekarang bagian yang bikin saya senyum setiap kali lihat hasilnya. Saya buka situs Digen AI, lalu upload gambar dari ChatGPT tadi. Di sini saya selalu pilih rasio 9 banding 16 karena mayoritas penonton saya pakai ponsel.
Setelah itu, saya masukkan perintah gerakan kamera. Biasanya saya tulis semacam “kamera bergerak dari jalan ke atas gedung, fokus ke produk”. Hasilnya, gambar statis jadi hidup. Mobil di bawah bergerak. Langit terasa dinamis. Saya sempat bengong lihat preview pertama saya, serius.
- Upload gambar ke Digen AI
- Pilih rasio vertikal untuk mobile
- Masukkan perintah gerakan kamera
- Render dan tunggu hasil video
Kalau render gagal, jangan panik. Saya sering reload halaman dan coba lagi. Kadang server-nya memang penuh.
Langkah 3, Edit Video Sinematik di CapCut
Ini tahap favorit saya. Saya buka CapCut, impor video dari Digen AI, lalu mulai rapikan. Biasanya saya tambah musik pelan dan sedikit filter warna supaya tone-nya konsisten.
Ada satu trik yang sering saya pakai. Kalau muncul watermark di sudut video, saya pakai fitur zoom. Saya perbesar frame sedikit sampai watermark keluar layar. Simpel. Nggak perlu fitur hapus objek.
<video> <source src="iklan-ai.mp4" type="video/mp4"> </video> Di sini saya juga biasa menambahkan teks promosi. Jangan kebanyakan. Menurut saya, satu kalimat kuat lebih ngena daripada tiga kalimat panjang.
Tips & Troubleshooting dari Pengalaman Saya
Saya tidak mau Anda ngalamin kesalahan yang sama seperti saya. Jadi saya rangkum beberapa catatan penting.
- Gunakan musik yang sesuai mood produk, bukan yang lagi viral saja
- Jangan pakai teks kecil, layar ponsel itu sempit
- Render ulang kalau gerakan terasa patah
- Simpan file asli sebelum edit, jaga-jaga kalau mau revisi
Pernah suatu kali saya unggah video tanpa cek ulang. Ada typo di teks promo. Malu? Iya. Tapi dari situ saya belajar, selalu preview sebelum posting.
Alternatif Alur Jika Digen AI Bermasalah
Kalau Digen AI susah diakses, saya kadang pakai editor video lain yang punya fitur keyframe. Memang lebih manual. Tapi Anda tetap bisa buat efek kamera bergerak sendiri. Tinggal atur posisi awal dan akhir frame.
Hasilnya tidak sehalus AI, tapi cukup untuk konten harian. Buat saya, konsistensi posting lebih penting daripada nunggu hasil sempurna.
Kesimpulan, Hasil yang Saya Rasakan
Setelah rutin pakai alur ini, engagement konten saya naik. Tidak meledak, tapi stabil. Yang paling terasa, orang mulai komentar soal visual. Buat saya, itu tanda kalau iklan saya mulai “berbicara” ke penonton.
Apakah metode ini cocok untuk semua produk? Menurut saya, paling pas untuk produk visual seperti fashion dan aksesori. Untuk jasa, Anda perlu pendekatan cerita yang lebih kuat.
Akhir Kata
Jadi, intinya, Cara membuat iklan video AI itu bukan soal alat mahal, tapi soal alur kerja yang Anda pahami dan latih. Dari pengalaman Saya, bagian tersulit ada di awal, yaitu merangkai ide visual di ChatGPT Image Generator. Setelah itu, proses terasa mengalir. Artikel tentang Cara membuat iklan video AI ini hopefully bisa ngasih Anda gambaran yang lebih jelas. Kalau ada pertanyaan atau pengalaman serupa, feel free buat komen di bawah ya!
Baca artikel lainnya, cek aja di Sitemap.