Cara Menguasai Topik Sulit dengan "Prompt Sakti" Richard Feynman
PoinTru.com - Pernahkah Anda merasa sudah "paham" sesuatu setelah membaca penjelasan AI, tapi ketika coba menjelaskan ulang ke orang lain... mendadak blank? Saya pernah, berkali-kali. Dan itu momen yang cukup bikin frustrasi, jujur saja.
Masalahnya bukan AI-nya. Masalahnya adalah cara kita bertanya. Prompt biasa menghasilkan jawaban biasa. Kita terima, kita baca, kita angguk-angguk. Tapi pemahaman yang sesungguhnya? Nol besar. Nah, inilah tepatnya kenapa cara menguasai topik sulit dengan "Prompt Sakti" Richard Feynman ini layak banget untuk Anda coba.
Kenapa Richard Feynman, dan Kenapa Ini Relevan untuk Anda?
Richard Feynman bukan nama sembarangan. Fisikawan pemenang Nobel ini punya julukan "The Great Explainer" karena kemampuannya mengubah konsep paling rumit menjadi cerita yang bisa dimengerti siapa saja. Filosofinya sederhana tapi tajam. Kalau Anda tidak bisa menjelaskan sesuatu kepada anak usia 6 tahun, Anda belum benar-benar mengerti.
Saya pertama kali baca tentang prinsip ini beberapa tahun lalu dan langsung merasa tertampar. Selama ini Saya pikir hafal rumus atau istilah teknis sama dengan paham. Ternyata tidak. Sama sekali tidak.
Yang menarik, prinsip Feynman ini bisa diadaptasi menjadi sebuah prompt khusus untuk AI. Alih-alih meminta AI menjelaskan sesuatu lalu Anda terima begitu saja, prompt ini memaksa AI untuk mengajari Anda seperti seorang mentor, mengecek pemahaman Anda, dan menantang Anda dengan pertanyaan. Hasilnya jauh berbeda.
Apa yang Anda Butuhkan Sebelum Mulai
Kabar baiknya, tidak butuh banyak persiapan. Anda hanya perlu akses ke AI seperti ChatGPT, Claude, atau Gemini. Tidak ada tools tambahan, tidak ada langganan premium wajib. Yang Anda butuhkan lebih ke mental, yaitu kesiapan untuk tidak sekadar membaca, tapi benar-benar terlibat dalam proses belajar.
Oh iya, satu hal lagi. Siapkan topik yang memang ingin Anda kuasai. Kalau topiknya random dan tidak Anda pedulikan, metode secanggih apapun tidak akan efektif. Ini dari pengalaman Saya pribadi.
Langkah-Langkah Menggunakan Prompt Sakti Feynman
Oke, ini bagian intinya. Saya akan jelaskan satu per satu dengan cara yang bisa langsung Anda praktikkan.
Langkah 1. Salin dan kirimkan prompt dasar berikut ke AI pilihan Anda.
Anda bisa menggunakan versi ini sebagai fondasi. Intinya, minta AI untuk mengajari Anda menggunakan Teknik Feynman, tanyakan dulu topik yang ingin dipelajari, lalu minta AI menjelaskan dengan analogi sederhana tanpa jargon teknis di awal.
Contoh prompt yang bisa Anda modifikasi adalah sebagai berikut. "Ajari saya [topik] menggunakan Teknik Feynman. Mulai dengan analogi sederhana seolah saya belum tahu apa-apa. Setelah menjelaskan, cek pemahaman saya dengan 3 pertanyaan. Sesuaikan penjelasan berikutnya berdasarkan jawaban saya."
Langkah 2. Jawab pertanyaan AI dengan jujur, termasuk ketika Anda tidak tahu.
Ini bagian yang banyak orang skip. Ketika AI mengajukan pertanyaan, jangan langsung scroll ke penjelasan berikutnya. Tulis jawaban Anda, meski cuma dua kalimat. Bahkan kalau jawaban Anda salah, itu bagus. AI akan menyesuaikan penjelasannya berdasarkan celah pemahaman yang Anda tunjukkan.
Saya ingat waktu mencoba ini untuk memahami cara kerja algoritma machine learning. Jawaban Saya polos banget dan sebagian besar salah. Tapi justru dari situ AI mulai menjelaskan ulang dengan analogi yang jauh lebih tepat sasaran.
Langkah 3. Minta AI mengulangi siklus pendalaman sebanyak 2 sampai 3 kali.
Setelah satu putaran tanya-jawab, minta AI untuk memperdalam penjelasannya satu level. Dari analogi anak kecil, naik ke penjelasan yang sedikit lebih teknis, tapi tetap dengan konteks yang sudah dibangun sebelumnya. Jangan lompat langsung ke istilah teknis penuh.
Langkah 4. Minta AI memberikan 3 sampai 5 pertanyaan "tantangan".
Ini salah satu fitur paling berguna dari prompt ini. Minta AI membuat pertanyaan yang dirancang untuk mengungkap celah pemahaman Anda. Bukan soal hafalan, tapi pertanyaan yang memaksa Anda berpikir. Kalau Anda bisa menjawabnya dengan kata-kata sendiri, Anda sudah benar-benar mengerti.
Langkah 5. Minta AI membuat "snapshot pengajaran" di akhir sesi.
Snapshot ini adalah ringkasan padat dari semua yang sudah dibahas, ditulis seolah-olah Anda yang akan mengajarkannya ke orang lain. Simpan snapshot ini. Saya biasanya copy ke Notion atau catatan biasa. Kalau tiga hari kemudian Anda masih bisa membaca snapshot itu dan paham, pemahaman Anda sudah solid.
Contoh Nyata yang Pernah Saya Coba
Salah satu contoh paling membekas adalah ketika Saya pakai prompt ini untuk memahami kenapa Jakarta selalu banjir. Bukan topik teknis-teknis amat, tapi ternyata kompleks.
AI mulai dengan analogi bak mandi besar. Hujan adalah shower yang menyala. Sungai dan saluran drainase adalah lubang pembuangan. Laut adalah ujung saluran. Masalah terjadi ketika shower menyala deras tapi lubang pembuangannya kecil dan tersumbat.
Sederhana? Sangat. Tapi dari analogi itu, Saya jadi punya fondasi untuk memahami konsep yang lebih dalam seperti penurunan tanah, perubahan tata guna lahan, dan kapasitas infrastruktur. Kalau dimulai dari istilah-istilah itu, Saya yakin Saya akan menyerah di paragraf pertama.
Tips Supaya Hasilnya Makin Maksimal
Ada beberapa hal yang Saya pelajari setelah beberapa kali mencoba metode ini.
Pertama, jangan malu bilang "saya tidak mengerti". Justru itu sinyal bagi AI untuk menyesuaikan penjelasannya. Kedua, semakin spesifik topik yang Anda masukkan, semakin tajam analogi yang akan dihasilkan. "Jelaskan fisika kuantum" terlalu luas. "Jelaskan kenapa partikel bisa berada di dua tempat sekaligus" jauh lebih baik.
Dan ketiga, kalau penjelasan AI masih terasa terlalu teknis di awal, langsung potong dan minta "coba jelaskan ulang seolah saya belum pernah dengar topik ini sama sekali". Anda yang pegang kendali sesi belajar ini, bukan AI.
Satu hal yang perlu Anda perhatikan. Metode ini butuh waktu lebih dari sekadar copy-paste jawaban. Kalau Anda terburu-buru, Anda akan tergoda untuk skip bagian tanya-jawab dan langsung ambil penjelasannya saja. Itu sama saja kembali ke pola lama.
Akhir Kata
Jadi, intinya cara menguasai topik sulit dengan "Prompt Sakti" Richard Feynman ini bukan soal prompt yang ajaib. Ini soal mengubah cara Anda berinteraksi dengan AI dari pasif menjadi aktif. Dari menerima jawaban menjadi benar-benar belajar. Dari pengalaman Saya, perbedaannya terasa signifikan, terutama untuk topik-topik yang selama ini Anda anggap terlalu rumit untuk dicerna. Artikel tentang Cara Menguasai Topik Sulit dengan "Prompt Sakti" Richard Feynman ini hopefully bisa ngasih Anda gambaran yang lebih jelas. Kalau ada pertanyaan atau pengalaman serupa, feel free buat komen di bawah ya!
Untuk membaca artikel lainnya beberapa ada dibawah, dan untuk lengkapnya cek aja di Sitemap.
Posting Komentar