6 Fakta Desa Mekarjaya yang Wajib Anda Tahu
PoinTru.com - Ada desa di Sukabumi Selatan yang Saya rasa jarang dibahas padahal isinya luar biasa. Desa Mekarjaya, yang berada di Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, menyimpan kisah yang jauh lebih dalam dari sekadar desa pertanian biasa. Di sini ada batuan purba berumur puluhan juta tahun, konflik tambang emas yang sengit, proyek listrik angin terbesar di Asia, sekaligus keindahan alam yang sudah diakui UNESCO. Satu desa, kompleksitasnya luar biasa.
Saya kumpulkan 6 fakta paling menarik tentang Desa Mekarjaya buat Anda yang penasaran atau sedang riset tentang kawasan ini. Langsung saja.
6 Fakta Desa Mekarjaya yang Bikin Saya Terkejut
1. Luasnya 54 Km², Dibagi Jadi 6 Dusun dengan Medan Berat
Pertama kali tahu luas Desa Mekarjaya, Saya cukup kaget. 54 kilometer persegi itu bukan angka kecil untuk sebuah desa. Itu sekitar 5.400 hektar, menjadikannya salah satu desa dengan wilayah terluas di Kecamatan Ciemas yang terdiri dari delapan desa.
Wilayah seluas ini dibagi ke dalam enam dusun, yaitu Cikukang, Pasirangin, Cibatu, Citapen, Kiarajaya, dan Banyumulya. Struktur administratifnya cukup rapi dengan 13 RW dan 59 RT. Tapi di balik angka-angka itu, yang bikin tantangan nyata adalah medannya. Kemiringan lereng di desa ini antara 14% sampai 55%, yang artinya sebagian besar wilayahnya berbukit curam. Tidak heran kalau pembangunan jalan di sini butuh upaya ekstra dan anggaran yang tidak sedikit.
| Data Administratif | Keterangan |
|---|---|
| Kecamatan | Ciemas, Kabupaten Sukabumi |
| Luas Wilayah | 54 km² (sekitar 5.400 hektar) |
| Jumlah Dusun | 6 Unit |
| Jumlah RW | 13 Unit |
| Jumlah RT | 59 Unit |
| Kode Pos | 43177 |
Oh iya, posisi Mekarjaya juga strategis dari sisi konektivitas. Sebelah utara berbatasan dengan pusat kecamatan di Desa Ciemas, sebelah barat dengan Desa Tamanjaya yang jadi pintu utama ke pesisir Ciletuh, dan sebelah timur dengan Desa Waluran yang menghubungkan ke jalur Jampang Kulon. Jadi meski terpencil, desa ini sebenarnya ada di titik pertemuan banyak jalur ekonomi kawasan.
2. Lahir dari Pemekaran Desa Ciwaru Tahun 1979, Namanya Punya Filosofi
Desa Mekarjaya tidak selalu berdiri sendiri. Sebelum 1979, wilayah ini masih bagian dari Desa Ciwaru, desa induk yang punya akar sejarah dari era Kerajaan Pajajaran. Konon kawasan ini ditemukan oleh tiga bersaudara keturunan bangsawan Pajajaran saat berburu. Dua di antara mereka memilih menetap di wilayah pegunungan yang sekarang kita kenal sebagai Mekarjaya dan Girimukti.
Pemekaran jadi desa mandiri dilakukan sebagai respon atas pertumbuhan penduduk dan kebutuhan pelayanan publik yang makin meluas. Menariknya, nama "Mekarjaya" itu bukan nama sembarangan. "Mekar" mengandung makna pertumbuhan dan berkembang, sementara "Jaya" bicara soal kejayaan. Jadi secara harafiah, nama desa ini adalah doa dan harapan warganya waktu itu, agar desa yang baru berdiri ini tumbuh dan berjaya.
Proses pemekaran berlanjut bahkan setelah Mekarjaya berdiri. Pada periode 1975-1976, Dusun Cirameng yang dulunya bagian dari wilayah ini memisahkan diri menjadi Desa Tamanjaya. Siklus pemekaran ini menunjukkan betapa dinamisnya perkembangan wilayah Ciemas dari masa ke masa.
3. Geologi Mekarjaya Termasuk Tertua di Pulau Jawa, Ini Serius
Nah, ini yang bikin Saya benar-benar takjub. Dari sisi geologi, tanah di bawah Desa Mekarjaya bukan tanah biasa. Wilayah ini didominasi batuan vulkanik dari Formasi Jampang yang terbentuk di era Miosen Bawah, hasil aktivitas vulkanisme bawah laut purba yang kemudian terangkat oleh tektonik. Sebagian singkapan batuannya bahkan termasuk batuan tertua di Pulau Jawa.
Yang unik adalah pola aliran sungainya. Sekitar 95% wilayah desa memiliki pola sungai tipe rectangular, yang artinya aliran air sangat dikontrol oleh rekahan dan patahan batuan. Orientasi punggungan di sini sejajar dengan Sesar Cimandiri, salah satu sesar aktif di Jawa Barat. Ini juga yang menjelaskan kenapa di Mekarjaya banyak air terjun, karena patahan menciptakan perubahan elevasi sungai yang mendadak.
Implikasinya terasa sampai ke kehidupan sehari-hari warga. Tanah regosol yang terbentuk dari tufa vulkanik sangat subur untuk pertanian. Tapi kemiringan tinggi dan struktur batuan keras juga bikin pembangunan infrastruktur jadi tantangan tersendiri. Dua sisi mata uang yang sama.
4. Tambang Emas di Blok Cikaret, Potensi Besar yang Menyimpan Bahaya
Ini bagian yang paling kontroversial dari cerita Mekarjaya, dan Saya rasa penting untuk dibahas secara jujur. Wilayah desa ini, khususnya area yang dikenal sebagai Blok Cikaret, menyimpan endapan emas yang sudah menarik minat banyak pihak, dari perusahaan resmi seperti PT Wilton Wahana Indonesia sampai penambang rakyat tanpa izin.
Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) menjadi masalah serius di sini. September 2023, seorang pemuda berusia 23 tahun meninggal terkubur di dalam lubang tambang sedalam 9 meter di Blok Cikaret. Tragedi yang sangat memilukan. Pemerintah dan kepolisian memang sudah berulang kali menutup ratusan lubang tambang ilegal, tapi aktivitasnya selalu muncul lagi karena tekanan ekonomi warga.
Masyarakat tidak tinggal diam. Warga Mekarjaya dan Ciemas secara kolektif mengajukan tuntutan kepada perusahaan tambang, mulai dari pengaspalan jalan rusak akibat kendaraan berat, pembangunan tailing dam permanen, transparansi kualitas air sungai, sampai normalisasi Sungai Cikanteh yang tersedimentasi lumpur tambang. Ini bukan sekadar protes, tapi ada tuntutan konkret yang diajukan secara resmi.
| Tuntutan Warga kepada Tambang | Alasan |
|---|---|
| Pengaspalan Jalan Rusak | Jalan rusak akibat kendaraan berat tambang |
| Tailing Dam Permanen | Cegah bocornya limbah ke lingkungan |
| Transparansi Kualitas Air | Publikasi hasil uji laboratorium air sungai |
| Normalisasi Sungai Cikanteh | Sedimentasi lumpur merusak irigasi sawah |
| Jaminan Ganti Rugi Tertulis | Surat bermaterai jika terjadi musibah akibat tambang |
5. Puncak Tugu, Destinasi Wisata Tersembunyi yang Wajib Masuk Radar Anda
Di antara semua potensi wisata Mekarjaya, Puncak Tugu di Dusun Cikukang adalah yang paling Saya rekomendasikan. Dari sini, Anda bisa menikmati panorama amfiteater alam Ciletuh secara utuh, perpaduan hutan lebat, tebing-tebing tinggi, dan aliran beberapa air terjun sekaligus dalam satu bidang pandang.
Fasilitas di sana dikelola secara swadaya oleh warga lokal. Ada penyewaan tenda untuk yang mau camping, spot foto yang sudah ditata, dan warung sederhana. Harga tiket masuknya terjangkau. Aksesnya pun relatif lebih mudah dibanding beberapa destinasi ekstrem lain di kawasan Geopark Ciletuh.
- Aktivitas utama di Puncak Tugu, yaitu camping, fotografi lanskap, dan menikmati sunrise
- Pengelolaan berbasis komunitas, warga lokal langsung yang mengelola dan mendapat manfaatnya
- Cocok untuk wisatawan keluarga, pasangan, maupun solo traveler yang butuh nuansa alam
- Menjadi bagian dari ekosistem wisata UNESCO Global Geopark Ciletuh-Palabuhanratu
Tapi satu catatan dari Saya, konflik antara aktivitas tambang dan pelestarian kawasan geopark di Mekarjaya ini belum sepenuhnya selesai. Beberapa anggota DPRD Sukabumi sudah menyuarakan kekhawatiran bahwa tambang emas yang beroperasi di tengah kawasan geopark bisa mengancam status UNESCO. Dan menurut Saya, kekhawatiran itu sangat beralasan.
6. PLTB dan Dana Desa, Dua Investasi yang Menentukan Masa Depan Mekarjaya
Mekarjaya sedang bergerak menuju masa depan dari dua arah sekaligus. Dari sisi energi, wilayah ini masuk dalam rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) dengan kapasitas 150 Megawatt dan 50 unit turbin angin. Ini bagian dari proyek yang sama dengan PLTB di wilayah Girimukti, dan kalau terealisasi, akan jadi pembangkit angin terbesar di Asia.
Proyek ini masih menghadapi hambatan regulasi dan negosiasi lahan dengan Perhutani dan PTPN. Tapi potensi penyerapan tenaga kerjanya nyata, sekitar 1.000 orang saat konstruksi dan 300 orang untuk operasional jangka panjang. Pemerintah Provinsi Jawa Barat bahkan sudah berkomitmen memberi pelatihan khusus bagi warga Sukabumi supaya bisa mengisi posisi teknis di proyek ini.
Dari sisi Dana Desa, pemerintah desa konsisten mengalokasikan anggaran untuk infrastruktur jalan. Target pembangunan jalan sudah mencapai 90% ketuntasan, salah satu proyek terbarunya adalah pengaspalan jalan sepanjang 1.247 meter di Kampung Pasirjaha sampai Kampung Ciranji Satu menggunakan Dana Desa 2025. Buat desa di medan seberat ini, angka 90% itu pencapaian yang patut diapresiasi.
Di luar infrastruktur, ada juga program agroforestri yang mendorong warga menanam kopi dan pala, budidaya madu lebah Trigona, dan pengolahan gula aren menjadi gula semut. Ini langkah yang menurut Saya tepat untuk mengurangi ketergantungan pada tambang yang risikonya terlalu besar.
| Sektor Ekonomi | Komoditas atau Program | Status |
|---|---|---|
| Pertanian Pangan | Padi, Jagung, Cabai, Bawang Merah | Aktif, tulang punggung ekonomi |
| Agroforestri | Kopi, Pala (850 pohon/kelompok) | Berkembang dengan bantuan program kemitraan |
| Produk Hutan | Madu Trigona, Gula Semut | Alternatif ramah lingkungan |
| Pariwisata | Puncak Tugu, kerajinan bambu dan kerang | Tumbuh sejalan pengakuan UNESCO |
| Energi Terbarukan | PLTB 150 MW, 50 turbin angin | Dalam proses regulasi dan negosiasi lahan |
FAQ Seputar Desa Mekarjaya Ciemas
Akhir Kata
Jadi, intinya Desa Mekarjaya adalah desa yang hidup di tengah dua tarikan kuat, antara potensi alam yang luar biasa dan tekanan eksploitasi yang tidak mudah dikendalikan. Dari pengalaman Saya menelaah profil kawasan seperti ini, yang paling sulit bukan soal pembangunan fisiknya, tapi soal menjaga keseimbangan antara kemajuan ekonomi dan pelestarian lingkungan yang jadi identitas desa itu sendiri. Mekarjaya punya semua modal untuk maju, asalkan jalan yang dipilih adalah yang tidak merusak warisannya. Artikel tentang Desa Mekarjaya ini hopefully bisa ngasih Anda gambaran yang lebih jelas. Kalau ada pertanyaan atau pengalaman serupa, feel free buat komen di bawah ya!
Baca artikel lainnya, cek aja di Sitemap.
Posting Komentar