7 Fakta Kabupaten Sukabumi yang Bikin Kamu Takjub
PoinTru.com - Kalau Anda ditanya, daerah mana di Jawa Barat yang paling sering diremehkan padahal potensinya luar biasa? Saya akan jawab dengan yakin, Kabupaten Sukabumi. Bukan karena Saya asal sebut, tapi karena setelah membaca dan mendalami wilayah ini, Saya benar-benar kagum. Luasnya yang mencapai 4.164 km² menjadikannya kabupaten terluas di Jawa Barat, dan di balik luasnya itu tersimpan cerita yang jarang orang tahu.
Nah, di artikel ini Saya akan ajak Anda mengenal 7 fakta paling menarik tentang Kabupaten Sukabumi. Dari warisan UNESCO sampai komunitas adat yang hidup harmonis dengan alam. Siap? Yuk mulai.
7 Fakta Kabupaten Sukabumi yang Jarang Diketahui Orang
1. Kabupaten Terluas di Jawa Barat, Tapi Sering Terlupakan
Ini yang bikin Saya heran sejak pertama kali tahu. Kabupaten Sukabumi itu luasnya mencakup 11,24% dari total daratan Jawa Barat. Bukan daerah kecil yang bisa diabaikan begitu saja. Tapi faktanya, banyak orang lebih kenal Bandung atau Bogor ketimbang Sukabumi.
Topografinya sangat bervariasi. Di utara ada lereng Gunung Gede dan Pangrango yang sejuk, sementara di selatan langsung berbatasan dengan Samudera Hindia. Jadi dalam satu wilayah administrasi, Anda bisa menemukan suasana pegunungan sekaligus kehidupan pesisir. Menurut Saya, itu sesuatu yang cukup langka dan justru menjadi kekuatan besar daerah ini.
Ibu kotanya, Palabuhanratu, berada di tepi laut. Sementara pusat ekonominya tersebar di wilayah utara dekat perbatasan Bogor. Rentang geografis inilah yang selama ini jadi tantangan tersendiri bagi pemerintah dalam urusan pelayanan publik.
| Aspek Geografis | Detail |
|---|---|
| Luas Wilayah | 4.164,152 km² |
| Proporsi Luas Jabar | 11,24% |
| Jumlah Kecamatan | 47 Kecamatan |
| Batas Utara | Kabupaten Bogor |
| Batas Selatan | Samudera Hindia |
| Batas Timur | Kabupaten Cianjur |
| Batas Barat | Kabupaten Lebak (Banten) |
2. Namanya Berasal dari Bahasa Sansekerta, Artinya Mengharukan
"Sukabumi" bukan sekadar nama. Saya cukup tersentuh saat tahu bahwa nama ini berasal dari kata Sansekerta, yaitu "Suka" (kesenangan atau kebahagiaan) dan "Bumi" (tanah). Jadi artinya kurang lebih "Tanah yang Disukai" atau tanah yang membawa kebahagiaan.
Nama ini diusulkan pertama kali oleh Dr. Andries de Wilde, seorang dokter bedah kolonial Belanda yang tertarik pada pengembangan perkebunan di sana. Dari wilayah perkebunan yang diam-diam berkembang, Sukabumi akhirnya resmi berdiri sebagai kabupaten tersendiri sejak 1 Juni 1921, berdasarkan keputusan Gubernur Jenderal Dirk Fock.
Uniknya lagi, bupati pertamanya adalah R.A.A. Soerianatabrata yang menjabat sampai tahun 1930. Sejarah panjang ini yang membentuk identitas dan karakter masyarakat Sukabumi hingga sekarang.
3. Ada Komunitas Adat yang Hidup di Era Modern Tapi Tetap Tradisional
Ini favorit Saya. Di Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, ada komunitas adat bernama Kasepuhan Ciptagelar. Mereka mempertahankan tradisi Sunda Buhun (Sunda kuno) secara penuh sampai hari ini. Padi hanya ditanam satu kali dalam setahun, tanpa pupuk kimia, dan hasilnya disimpan dalam lumbung tradisional yang disebut leuit.
Yang bikin Saya kagum adalah kontrasnya. Di satu sisi mereka sangat tradisional, tapi di sisi lain mereka sudah punya pembangkit listrik tenaga mikrohidro mandiri dan aktif menggunakan media digital. Ini bukan ketinggalan zaman, ini justru model adaptasi budaya yang sangat cerdas.
| Unsur Budaya | Deskripsi |
|---|---|
| Upacara Utama | Seren Taun (Syukuran Panen) |
| Sistem Pertanian | Tanam Padi 1x Setahun, Organik |
| Simbol Ketahanan Pangan | Leuit (Lumbung Padi Tradisional) |
| Kepemimpinan | Sesepuh Girang |
| Lokasi Utama | Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok |
Apakah Anda bayangkan bisa hidup dengan cara seperti itu di tengah zaman serba digital ini? Bagi Saya, Kasepuhan Ciptagelar adalah bukti bahwa modernitas dan tradisi tidak harus selalu bertentangan.
4. Geopark Ciletuh Sudah Diakui UNESCO, Ini Bukan Main-Main
Wah, ini game changer buat dunia pariwisata Sukabumi. Kawasan Ciletuh-Palabuhanratu resmi berstatus UNESCO Global Geopark (CPUGG), mencakup sekitar 128.000 hektar di pesisir selatan dan meliputi delapan kecamatan. Dan kabar baiknya, status ini berhasil divalidasi ulang pada September 2025 dengan hasil kartu hijau alias green card.
Apa yang membuat kawasan ini spesial? Formasi batuan purba dari proses pengangkatan lempeng tektonik jutaan tahun lalu, dan lanskap yang menyerupai amfiteater alam besar di Bukit Panenjoan. Belum lagi deretan air terjun yang memukau.
- Curug Awang, dijuluki "Niagara Sukabumi" karena tebing lebarnya yang dramatis
- Curug Sodong, air terjun kembar dengan gua tersembunyi di balik alirannya
- Curug Cimarinjung, dikelilingi tebing batu raksasa di dekat Pantai Palangpang
- Pantai Palangpang, pintu masuk jalur laut sekaligus tempat upacara adat Hajat Laut
Saya rasa, Kabupaten Sukabumi punya modal pariwisata yang sangat serius. Tinggal soal akses dan promosi yang perlu terus diperkuat.
5. Infrastrukturnya Lagi Ngebut Berkembang, Tol Bocimi Jadi Kuncinya
Ini fakta yang relevan banget buat Anda yang sedang mempertimbangkan investasi atau sekadar ingin tahu potensi ke depan. Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) lagi dikebut penyelesaiannya. Seksi 2 dari Cigombong sampai Cibadak sudah beroperasi dan langsung terasa dampaknya pada kelancaran logistik.
Seksi 3 dan 4 ditarget selesai tahun 2026, dan kalau ini rampung, waktu tempuh Jakarta ke Sukabumi akan terpangkas cukup signifikan. Dampaknya sudah mulai terasa, nilai investasi di Sukabumi sepanjang 2025 disebut melampaui Rp1.150 triliun. Angka yang tidak kecil sama sekali.
Selain tol, jalur kereta juga diperbarui. Double track Bogor-Sukabumi sudah rampung akhir 2024 dengan investasi Rp22 triliun. KA Pangrango kini pakai rangkaian New Generation sejak Juli 2025, lebih nyaman buat penumpang komuter maupun wisatawan.
| Layanan KA Pangrango | Detail |
|---|---|
| Rute Utama | Bogor - Sukabumi (PP) |
| Waktu Tempuh | Rata-rata 1 Jam 45 Menit - 2 Jam |
| Frekuensi | 4 Kali Per Hari (Per Arah) |
| Stasiun Utama | Bogor Paledang, Cicurug, Cibadak, Cisaat, Sukabumi |
6. Sedang Diwacanakan Pemekaran Jadi Dua Kabupaten
Karena terlalu luas, ada wacana serius soal pemekaran wilayah Sukabumi Utara menjadi kabupaten tersendiri. Rencana ini melibatkan 21 dari 47 kecamatan yang ada, dengan luas sekitar 947 km² atau sekitar 23,86% dari total wilayah induk.
Empat kecamatan yang diproyeksikan jadi pusat pertumbuhan di wilayah baru ini adalah Cicurug sebagai gerbang industri dan logistik, Cibadak sebagai pusat perdagangan, Cisaat untuk pemukiman dan jasa pendidikan, serta Sukaraja sebagai hub agribisnis di wilayah timur.
Tujuannya masuk akal menurut Saya. Dengan rentang wilayah yang sangat lebar, pelayanan publik sulit merata. Pemekaran ini diharapkan memperpendek jarak antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus mendorong Indeks Pembangunan Manusia di wilayah utara yang padat penduduk.
7. Penduduknya Mayoritas Sunda, Tapi Multikultur di Sentra Industri
Dari data sensus 2020, populasi Kabupaten Sukabumi mencapai sekitar 2,57 juta jiwa dan terus bertumbuh. Mayoritas besar penduduknya adalah suku Sunda (96,08%), yang menjadikan budaya dan bahasa Sunda sangat dominan dalam kehidupan sehari-hari.
Namun menariknya, di kawasan industri di utara seperti Cicurug, Cibadak, dan Parungkuda, Anda akan menemukan keragaman yang lebih tinggi. Ada komunitas Jawa, Betawi, Minangkabau, bahkan Tionghoa yang memberi warna tersendiri pada dinamika sosial di sana. Menurut Saya, perpaduan ini justru jadi kekuatan tersendiri untuk pertumbuhan ekonomi kawasan industri.
Kehidupan beragama didominasi Islam (95,14%), dan hal ini tercermin dalam visi pembangunan daerah yang menekankan nilai religius dan kemandirian. Tidak heran kalau suasana sosial di Sukabumi terasa hangat dan guyub bagi siapa pun yang berkunjung.
FAQ Seputar Kabupaten Sukabumi
Akhir Kata
Jadi, intinya Kabupaten Sukabumi adalah daerah yang jauh lebih kaya dari apa yang kebanyakan orang bayangkan. Dari geopark kelas dunia, komunitas adat yang bijaksana, sampai infrastruktur yang sedang berpacu mengejar ketertinggalan, semuanya ada di sini. Dari pengalaman Saya mendalami profil wilayah ini, yang paling mengesankan justru bukan fisiknya yang luas, tapi bagaimana masyarakatnya bisa mempertahankan identitas di tengah arus perubahan yang deras. Artikel tentang Kabupaten Sukabumi ini hopefully bisa ngasih Anda gambaran yang lebih jelas. Kalau ada pertanyaan atau pengalaman serupa, feel free buat komen di bawah ya!
Baca artikel lainnya, cek aja di Sitemap.
Posting Komentar