3 Perbedaan Omset, Laba Kotor & Profit

Daftar Isi
penjelasan perbedaan omset laba kotor dan profit dalam bisnis

PoinTru.com - Pernah nggak Anda lihat laporan keuangan bisnis terus malah pusing sendiri? Saya dulu gitu. Waktu pertama kali pegang laporan laba rugi, rasanya kayak baca huruf alien. Omset, laba kotor, profit, COGS... ini semua apa sih sebenernya?

Yang bikin tambah bingung, banyak orang pakai istilah ini campur aduk. Ada yang bilang untung padahal maksudnya omset. Ada juga yang bangga pamer omset gede, eh ternyata malah rugi. Nah, makanya Saya bikin artikel ini biar Anda nggak salah paham lagi.

Artikel ini bakal ngasih penjelasan lengkap dengan contoh laporan laba rugi real. Jadi Anda bisa langsung praktek!

1. Omset Itu Uang Masuk Total, Sebelum Dipotong Apa-Apa

Oke, jadi gini. Omset tuh sebenernya yang paling gampang dipahami. Ini adalah total semua penjualan Anda dalam periode tertentu. Titik. Nggak peduli Anda habis berapa buat produksi, berapa buat gaji karyawan, atau bayar iklan. Yang penting cuma satu, berapa total uang yang masuk dari jualan?

Contohnya gini, misalkan Anda jual tiga produk. Keripik ikan laku Rp50 juta, abon ikan Rp30 juta, sama basreng Rp20 juta. Total omsetnya berapa? Ya tinggal jumlah semua, jadinya Rp100 juta. Sesimpel itu.

Menurut pengalaman Saya, banyak pengusaha pemula yang terlalu fokus ke angka omset doang. Mereka bangga banget kalau omset naik. Padahal, omset gede belum tentu untung gede. Ini yang sering bikin orang jeblos justru di fase awal bisnis.

Jangan termakan ilusi omset besar! Yang penting bukan berapa masuk, tapi berapa yang akhirnya bisa Anda bawa pulang.

Dalam laporan keuangan, omset ini biasanya ditulisnya "Penjualan" atau "Revenue". Kalau Anda liat angka paling atas di laporan laba rugi, nah itu dia omsetnya. Gampang kan?

2. Laba Kotor Adalah Sisa Setelah Potong Biaya Produksi

Nah, ini yang mulai agak tricky. Laba kotor atau yang sering disebut gross profit itu didapat dari omset dikurangi biaya variabel. Biaya variabel ini yang biasa kita kenal sebagai COGS atau Cost of Goods Sold, alias biaya bahan baku dan produksi.

Balik lagi ke contoh tadi. Omset Anda kan Rp100 juta. Tapi buat bikin semua produk itu, Anda keluar duit buat beli ikan segar, tepung, bumbu, sama kemasan. Total abis Rp55 juta. Berarti laba kotornya berapa? Ya Rp100 juta minus Rp55 juta, sama dengan Rp45 juta.

Kenapa ini disebut laba kotor? Karena ini masih "kotor" alias belum dipotong biaya operasional lainnya. Masih ada gaji karyawan, biaya marketing, sewa kantor, listrik, dan segala macem. Jadi angka Rp45 juta ini bukan uang bersih yang bisa Anda ambil.

KomponenJumlah (Rp)
Omset Total100.000.000
Biaya Bahan Baku (COGS)55.000.000
Laba Kotor45.000.000

Dari tabel di atas, Anda bisa lihat gimana alur perhitungannya. Saya selalu bilang ke temen-temen yang mau mulai bisnis, liat dulu margin laba kotornya sehat nggak. Kalau margin terlalu kecil, bisnis Anda bakal kesusahan nantinya buat nutup biaya operasional.

3. Profit atau Laba Bersih Itu Uang Asli yang Bisa Anda Ambil

Nah, ini dia yang paling penting. Profit, laba bersih, atau net profit adalah uang beneran yang masuk ke kantong Anda setelah semua biaya dipotong. Semua ya, termasuk gaji karyawan, marketing, sewa, listrik, bahkan pajak.

Lanjutin contoh sebelumnya. Laba kotor Anda kan Rp45 juta. Sekarang kita potong sama biaya operasional. Misalnya gaji karyawan Rp15 juta, marketing Rp8 juta, administrasi Rp2 juta, sewa kantor Rp3 juta, listrik sama internet Rp1 juta. Total biaya operasional Rp29 juta.

Berarti laba sebelum pajak berapa? Rp45 juta minus Rp29 juta, hasilnya Rp16 juta. Terus masih dipotong pajak lagi, misalnya Rp500 ribu. Jadinya laba bersih yang bisa Anda nikmati cuma Rp15,5 juta.

  • Gaji Karyawan: Rp15.000.000
  • Beban Marketing: Rp8.000.000
  • Beban Administrasi: Rp2.000.000
  • Beban Sewa Kantor: Rp3.000.000
  • Beban Listrik & Internet: Rp1.000.000

Lihat nggak bedanya? Dari omset Rp100 juta, yang bener-bener bisa Anda pakai cuma Rp15,5 juta. Ini realita bisnis yang kadang pahit buat diterima, terutama buat yang baru mulai.

Saya pernah ketemu pengusaha yang omsetnya ratusan juta tapi akhir bulan malah ngutang. Kenapa? Karena dia cuma fokus ke omset doang, lupa kalau ada segudang biaya yang harus dibayar. Akhirnya kas kosong melompong.

Jangan sampai omset besar tapi profit minus! Ini jebakan yang sering banget terjadi di dunia bisnis.

Kenapa Anda Harus Paham Ketiga Istilah Ini?

Pertanyaannya sekarang, emang penting banget ya ngerti beda ketiga istilah ini? Menurut Saya, super penting. Soalnya ini yang ngebedain pengusaha sukses sama yang cuma jalan di tempat.

Kalau Anda nggak paham, bisa jadi Anda salah ambil keputusan bisnis. Misalnya, Anda pikir bisnis untung gede karena omset naik terus. Padahal kalau dihitung-hitung, profit malah turun karena biaya membengkak. Atau Anda terlalu agresif ekspansi karena laba kotor bagus, padahal belum cukup buat nutup biaya operasional yang lebih gede.

Saya sendiri pernah ngalamin fase kayak gini. Dulu waktu masih newbie, Saya excited banget setiap kali omset naik. Rasanya wah, bisnis gue berkembang nih! Tapi pas akhir tahun bikin laporan lengkap, ternyata profit tipis banget. Hampir impas malah. Sejak saat itu, Saya jadi lebih perhatian ke semua angka, bukan cuma omset doang.

Cara Baca Laporan Laba Rugi Biar Nggak Bingung

Oke, sekarang Saya kasih tips praktis buat baca laporan laba rugi. Ini penting banget biar Anda nggak overwhelmed pas liat angka-angka di sana.

Pertama, liat dulu omset atau penjualan di baris paling atas. Ini angka kotor sebelum dipotong apa-apa. Terus turun ke bawah, ada biaya bahan baku atau COGS. Kurangin deh, nanti ketemu laba kotor.

Dari laba kotor, turun lagi ke biaya operasional. Ini yang paling banyak itemnya, mulai dari gaji, marketing, sewa, listrik, sampe mungkin biaya entertaint klien. Jumlahkan semua biaya operasional, terus kurangin dari laba kotor. Hasilnya laba sebelum pajak.

Terakhir, potong sama pajak. Nah, angka paling bawah itu yang namanya laba bersih atau net profit. Itu uang yang bener-bener jadi milik Anda. Bisa buat ditarik sebagai dividen, atau diputar lagi jadi modal usaha.

IstilahCara HitungContoh (Rp)
OmsetTotal Penjualan100.000.000
Laba KotorOmset - COGS45.000.000
Laba BersihLaba Kotor - Biaya Operasional - Pajak15.500.000

Gimana, udah mulai jelas kan bedanya? Kalau masih ada yang bikin Anda bingung, coba deh praktek bikin laporan sendiri pakai data bisnis Anda. Trust me, sekali praktek langsung paham.

Akhir Kata

Jadi, intinya omset itu cuma angka penjualan kotor, laba kotor adalah sisa setelah potong biaya produksi, dan profit atau laba bersih adalah uang asli yang bisa Anda nikmati. Dari penjelasan Saya tadi, hopefully Anda sekarang nggak bingung lagi kalau ngeliat ketiga istilah ini di laporan keuangan.

Artikel tentang penjelasan perbedaan omset, laba kotor, dan profit ini Saya bikin berdasarkan pengalaman nyata Saya di dunia bisnis. Kalau Anda punya pertanyaan atau mau share pengalaman serupa, tulis aja di kolom komentar ya. Saya seneng banget diskusi soal beginian!

Baca artikel lainnya, cek aja di Sitemap.

Posting Komentar

Baca Juga Artikel Terbaru

Memuat artikel...