Simulasi PPh 21 Terbaru Tahun 2026 Mudah

Daftar Isi

Simulasi PPh 21 terbaru tahun 2026 pakai skema TER jauh lebih simpel. Ini cara hitungnya, contoh kasus, dan rekonsiliasi Desember.


PoinTru.com - Pernah nggak Anda buka slip gaji lalu mikir, "Kok potongan pajaknya segini? Gimana cara ngitungnya?" Saya pernah banget merasakan kebingungan itu. Dan jujur, sistem lama PPh 21 memang lumayan bikin kepala pusing. Tapi kabar baiknya, mulai 2026 ada perubahan yang cukup signifikan. Dengan adanya simulasi PPh 21 terbaru 2026, proses penghitungan pajak penghasilan jadi jauh lebih transparan dan mudah dipahami.

Apa yang Berubah di PPh 21 Tahun 2026?

Intinya begini. Pemerintah memperkenalkan metode baru bernama Tarif Efektif Rata-Rata, atau biasa disebut TER. Saya pertama kali baca soal ini di awal tahun dan langsung tertarik karena konsepnya memang lebih bersih dari metode sebelumnya. Kalau dulu ada banyak komponen yang harus dihitung satu per satu tiap bulan, sekarang cukup dua variabel saja yang dibutuhkan, yaitu penghasilan bruto dan kategori PTKP Anda.

Yang paling Saya suka dari perubahan ini? Potongan pajak jadi konsisten tiap bulan dari Januari sampai November. Anda bisa merencanakan keuangan pribadi dengan lebih tenang karena angkanya sudah bisa diprediksi. Baru di bulan Desember ada semacam "rekonsiliasi" menggunakan tarif progresif Pasal 17 untuk memastikan total pajak setahun sudah akurat.

Kebijakan TER ini tidak menambah beban pajak baru. Tujuannya murni penyederhanaan administrasi agar lebih stabil dan mudah dipantau, baik oleh perusahaan maupun karyawan.

Apa yang Anda Butuhkan Sebelum Memulai Simulasi?

Sebelum masuk ke langkah-langkah simulasi, siapkan dulu beberapa informasi berikut. Tanpa ini, perhitungan Anda tidak akan akurat.

  • Gaji bruto per bulan (sebelum potongan apapun)
  • Status pernikahan Anda, apakah lajang, menikah, atau menikah dengan tanggungan
  • Jumlah tanggungan (anak atau anggota keluarga yang menjadi tanggung jawab)
  • Catatan penghasilan dari Januari sampai bulan berjalan jika ingin simulasi di bulan Desember

Sudah siap? Oke, mari kita mulai.

Langkah 1 - Tentukan Kategori PTKP Anda

Langkah pertama dalam simulasi PPh 21 terbaru 2026 ini adalah mengetahui Anda masuk kategori TER yang mana. Ada tiga kategori, dan masing-masing punya tarif yang berbeda.

KategoriStatusKode PTKP
Kategori ALajang atau menikah tanpa tanggunganTK/0, K/0
Kategori BMenikah dengan 1-3 tanggunganK/1, K/2, K/3
Kategori CMenikah dengan tanggungan maksimal dari penghasilan gabunganK/I/0 s.d K/I/3

Misal Anda sudah menikah dan punya 2 anak, maka status PTKP Anda adalah K/2, yang masuk dalam Kategori B. Simpel kan?

Langkah 2 - Cari Tarif TER Berdasarkan Gaji Bruto

Setelah tahu kategori, sekarang cari tarif persentase TER yang sesuai dengan rentang gaji bruto Anda. Tarif ini sudah ditetapkan pemerintah dalam tabel resmi. Saya ambilkan contoh sebagian tarif untuk Kategori B sebagai ilustrasi.

Rentang Penghasilan BrutoTarif TER Kategori B
Sampai Rp 6.200.0000%
Rp 6.200.001 - Rp 8.575.0000,25%
Rp 8.575.001 - Rp 11.525.0002%
Rp 11.525.001 - Rp 16.025.0006%
Rp 16.025.001 - Rp 21.100.0009%

Ini tabel parsial ya. Untuk rentang gaji yang lebih tinggi, Anda bisa merujuk langsung ke PMK terbaru dari Kementerian Keuangan.

Langkah 3 - Hitung Potongan Bulanan Januari s.d November

Nah, ini bagian yang paling Saya suka dari sistem baru ini karena rumusnya super sederhana. Cukup satu perkalian saja.

Rumusnya begini: PPh 21 Bulanan = Gaji Bruto x Tarif TER

Saya akan pakai contoh nyata supaya lebih gampang dipahami. Kita sebut orangnya Pak Budi, gaji bruto Rp 15.000.000 per bulan, status K/2 alias menikah dengan 2 anak, masuk Kategori B dengan tarif 6%.

Maka perhitungannya: Rp 15.000.000 x 6% = Rp 900.000

Selesai! Setiap bulan dari Januari sampai November, potongan PPh 21 Pak Budi selalu Rp 900.000. Tidak berubah-ubah, tidak ada kejutan. Perencanaan keuangan jadi lebih mudah, bukan?

Pastikan Anda menggunakan tarif TER yang sesuai dengan kategori PTKP dan rentang gaji bruto yang berlaku. Salah kategori berarti salah hitung!

Langkah 4 - Rekonsiliasi di Bulan Desember

Ini bagian yang agak berbeda. Bulan Desember jadi semacam "bulan koreksi" di mana perhitungan beralih ke metode tarif progresif Pasal 17. Tujuannya memastikan total pajak yang dibayar sepanjang tahun sudah pas. Saya akan teruskan contoh Pak Budi ya.

Langkah-langkahnya begini. Pertama, hitung penghasilan bruto setahun, yaitu Rp 15.000.000 x 12 = Rp 180.000.000. Kedua, kurangi biaya jabatan sebesar 5% atau maksimal Rp 6.000.000 per tahun. Maka penghasilan neto setahun Pak Budi adalah Rp 174.000.000.

Ketiga, kurangi dengan nilai PTKP untuk status K/2 sebesar Rp 67.500.000. Hasilnya Penghasilan Kena Pajak (PKP) sebesar Rp 106.500.000.

Keempat, terapkan tarif progresif. Untuk lapisan pertama 5% dari Rp 60.000.000 hasilnya Rp 3.000.000. Sisanya Rp 46.500.000 kena tarif 15% menghasilkan Rp 6.975.000. Total pajak setahun Pak Budi adalah Rp 9.975.000.

Karena dari Januari sampai November sudah terpotong Rp 900.000 x 11 bulan = Rp 9.900.000, maka sisa kekurangan pajak di Desember tinggal Rp 75.000 saja. Wah, kecil banget kan? Itu yang namanya rekonsiliasi akhir tahun.

KomponenNilai
Bruto SetahunRp 180.000.000
Biaya JabatanRp 6.000.000
Neto SetahunRp 174.000.000
PTKP K/2Rp 67.500.000
PKPRp 106.500.000
Total Pajak SetahunRp 9.975.000
Sudah Dibayar Jan-NovRp 9.900.000
Sisa di DesemberRp 75.000

Tips dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Dari pengalaman Saya mengikuti perkembangan aturan pajak ini, ada beberapa hal yang sering bikin orang bingung atau salah langkah.

  • Jangan salah menentukan kategori TER. Status K/0 dan TK/0 itu berbeda meskipun sama-sama tidak punya tanggungan, karena satu sudah menikah dan satu belum.
  • Gaji bruto yang dimaksud adalah total penghasilan sebelum potongan apapun, termasuk tunjangan tetap.
  • Kalau ada bonus atau THR, itu ada perlakuan khusus yang terpisah dari perhitungan TER bulanan reguler.
  • Simpan selalu slip gaji Anda tiap bulan karena data ini dibutuhkan saat rekonsiliasi Desember.
Untuk bonus, THR, dan penghasilan tidak teratur lainnya, ada skema perhitungan tersendiri yang berbeda dari metode TER bulanan. Pastikan bagian HR atau akuntan perusahaan Anda sudah paham perbedaan ini.

FAQ Seputar Simulasi PPh 21 Terbaru 2026

Apakah metode TER ini akan membuat pajak saya lebih besar?
Tidak. Metode TER tidak mengubah total beban pajak tahunan Anda. Yang berubah hanya cara pemotongannya per bulan agar lebih konsisten dan mudah diprediksi. Total pajak setahun tetap dihitung berdasarkan tarif progresif melalui rekonsiliasi di bulan Desember.
Bagaimana kalau penghasilan saya berubah-ubah tiap bulan?
Tarif TER diterapkan berdasarkan penghasilan bruto di bulan yang bersangkutan. Jadi kalau gaji Anda naik atau turun, tarif yang digunakan pun bisa bergeser mengikuti rentang yang sesuai. Rekonsiliasi Desember tetap akan menyesuaikan total pajak agar akurat sepanjang tahun.
Siapa yang bertanggung jawab menghitung dan memotong PPh 21?
Perusahaan atau pemberi kerja yang bertanggung jawab menghitung, memotong, dan menyetorkan PPh 21 ke kas negara. Sebagai karyawan, Anda berhak mendapatkan bukti potong (formulir 1721-A1) setiap tahunnya sebagai bukti pajak sudah dibayarkan.
Kapan aturan TER ini resmi berlaku?
Skema TER untuk PPh 21 ini mulai diterapkan berdasarkan peraturan terbaru yang berlaku di tahun 2026. Disarankan untuk selalu merujuk pada Peraturan Menteri Keuangan terbaru atau berkonsultasi dengan konsultan pajak untuk kepastian pelaksanaannya di perusahaan Anda.

Akhir Kata

Jadi, intinya simulasi PPh 21 terbaru 2026 dengan metode TER ini jauh lebih simpel dari yang Saya bayangkan sebelumnya. Dua variabel, satu perkalian, dan Anda langsung tahu potongan pajak bulanan Anda selama hampir setahun penuh. Dari pengalaman Saya mengikuti perubahan aturan ini, yang terpenting adalah memastikan status PTKP Anda sudah benar sejak awal, karena kesalahan di sini bisa berdampak pada keseluruhan perhitungan. Artikel terkait Simulasi PPh 21 Terbaru 2026 ini semoga bisa ngasih Anda gambaran yang lebih jelas soal bagaimana hak dan kewajiban pajak Anda bekerja. Kalau ada pertanyaan atau pengalaman serupa, feel free buat komen di bawah ya!

Untuk membaca artikel lainnya beberapa ada dibawah, dan untuk lengkapnya cek aja di Sitemap.

Posting Komentar

Baca Juga Artikel Terbaru

Memuat artikel...