Strategi Jualan Online Saat Libur Lebaran (Cuan Jalan Terus!)
Dilema terbesar pedagang online seperti saya setiap mau Lebaran adalah antara mau tutup toko atau tetap buka. Tutup toko berarti rezeki hilang seminggu. Buka toko berarti siap-siap diamuk pembeli karena pengiriman lambat.
Tapi di Lebaran 2026 ini, saya sudah punya strategi jitu biar toko tetap buka dan hati tetap tenang saat liburan. Caranya bukan dengan kerja keras, tapi kerja cerdas.
1. Atur Ekspektasi Pembeli
Jangan bohong sama pelanggan. Ganti banner toko Anda H-7 Lebaran dengan tulisan besar dan jelas. "Toko Tetap Buka, Pengiriman H+3 Lebaran".
Jujur itu lebih dihargai daripada janji palsu "dikirim hari ini" padahal ekspedisi lagi overload. Pembeli yang butuh barang pasti mengerti. Yang tidak sabar? Biarkan saja mereka belanja di toko lain.
2. Manfaatkan Fitur Auto-Reply
Chat marketplace itu horor kalau tidak dibalas cepat. Performa toko bisa turun drastis. Solusinya adalah aktifkan fitur auto-reply yang informatif.
Tulis pesan yang personal tapi tegas. Contohnya begini. "Halo Kak! Mimin lagi makan ketupat nih. Pesanan Kakak aman dan akan diproses tanggal 24 Maret ya. Terima kasih sudah sabar menunggu!"
3. Stok Barang Terlaris Saja
Jangan pusingkan semua SKU (Stock Keeping Unit). Fokus saja pada 20 persen produk terlaris Anda (Pareto Principle). Pastikan stok barang-barang ini aman dan sudah dipacking rapi sebelum Anda mudik.
Jadi kalau ada pesanan masuk, orang rumah atau karyawan part-time tinggal tempel resi. Sisanya? Gudangkan sementara atau set stok jadi nol.
4. Promo "THR Telat"
Ini trik marketing favorit saya. Buat promo khusus pasca-Lebaran. Biasanya orang masih punya sisa uang THR dan gatal ingin belanja setelah liburan usai.
Kasih diskon atau voucher khusus untuk pembelian di minggu pertama masuk kerja. Dijamin orderan bakal membludak pas Anda sudah siap kerja lagi.
Penutup
Bisnis itu penting, tapi momen kumpul keluarga setahun sekali itu tidak bisa dibeli dengan uang. Cari keseimbangan. Selamat panen orderan!
Posting Komentar