Fakta Penarikan Mesin EDC BRILink, Ini Alasannya

Daftar Isi

PoinTru.com - Anda pernah dengar cerita agen BRILink yang mesin EDC-nya tiba-tiba ditarik? Saya sempat mikir juga, ini kok kayaknya semena-mena banget ya dari pihak bank.

Tapi setelah saya gali lebih dalam, ternyata ceritanya nggak sesederhana itu. Ada proses evaluasi mesin EDC BRILink yang jalan di belakang layar, jauh sebelum alat itu benar-benar diambil dari agen.

Nah, ini yang menarik. Seorang mantan Petugas Agen BRILink, atau biasa disingkat PAB, sempat buka suara soal isu ini lewat video. Dia jelasin dari sudut pandang orang dalam, bukan sekadar asumsi dari luar.

Bukan Soal Meremehkan Agen

Awalnya ada komentar penonton yang cukup keras. Intinya, si penonton merasa penarikan EDC itu kayak langkah "skak mati" tanpa dikasih solusi dulu, kesannya meremehkan agen.

PAB ini langsung menanggapi. Dia tegasin bahwa apa yang dia sampaikan murni berdasarkan pengalaman kerja di lapangan, bukan buat merendahkan siapa pun. Menurut saya, ini poin penting yang sering kelewat waktu orang cuma dengar sepotong cerita.

Dia jelasin, agen yang pertumbuhan transaksinya lambat itu otomatis masuk daftar penilaian. Daftar ini bukan asal buat, tapi dikeluarkan dari Kantor Wilayah dan Cabang BRI langsung. Jadi ada data di baliknya, bukan cuma feeling petugas lapangan.

Penarikan mesin EDC BRILink umumnya melalui tahap evaluasi resmi dari Kanwil dan Cabang BRI, bukan keputusan sepihak petugas lapangan.

Proses Pendampingan Sebelum Penarikan Mesin EDC

Ini bagian yang menurut saya paling sering luput dari perhatian orang. Sebelum ambil langkah tegas, petugas sebenarnya wajib turun ke lapangan dulu.

Mereka nanya langsung ke agen, apa sih kendalanya. Kenapa transaksi stagnan terus. Biasanya jawabannya nggak jauh-jauh dari dua hal, yaitu modal yang kurang atau biaya admin yang dirasa terlalu mahal buat nasabah.

Dari situ, petugas kasih saran bisnis yang sesuai kondisi agen. Bukan cuma datang, cek, terus pergi.

Yang bikin saya cukup kaget waktu tahu fakta ini, ternyata pendampingan itu bisa berjalan sampai satu hingga dua tahun. Lama juga ya, ternyata BRI kasih waktu segitu panjang sebelum ambil keputusan final.

Kalau dalam rentang waktu itu transaksi tetap nggak naik, barulah keputusan penarikan diambil. Apakah ini adil? Menurut saya sih iya, karena alat itu jadi nggak produktif kalau terus dipertahankan tanpa hasil.

Kenapa Mesin EDC Harus Dialihkan ke Agen Lain

Ada satu alasan lagi yang menurut saya sering dilupakan orang, yaitu soal keterbatasan stok. Ternyata suplai mesin EDC BRI di lapangan itu terbatas.

Di sisi lain, banyak calon agen baru yang udah lama antre tapi belum kebagian mesin. Jadi kalau ada mesin yang nganggur di agen yang nggak berkembang, wajar dong kalau dialihkan ke yang lebih membutuhkan.

  • Penarikan bukan hukuman, tapi bagian dari rotasi alat yang terbatas
  • Agen baru yang sudah lama menunggu jadi punya kesempatan
  • Alat EDC dipastikan dipakai oleh agen yang benar-benar aktif bertransaksi
Kalau transaksi agen Anda mulai melambat, segera hubungi petugas BRI terdekat untuk konsultasi sebelum masuk daftar evaluasi lanjutan.

Jujur, dari pengalaman baca banyak keluhan serupa di media sosial, saya lihat kebanyakan orang cuma tahu bagian "EDC ditarik", tapi nggak tahu proses panjang di baliknya. Padahal kalau dipikir-pikir, ini logis banget buat pemerataan.

Akhir Kata

Jadi, intinya penarikan mesin EDC BRILink itu bukan keputusan asal ambil. Ada tahap evaluasi, ada pendampingan, dan ada alasan pemerataan alat ke agen baru yang lebih membutuhkan.

Dari pengalaman saya nulis dan riset topik perbankan digital kayak gini, biasanya masalah muncul karena minim komunikasi, bukan karena niat buruk dari salah satu pihak. Kalau Anda agen BRILink dan ngerasa transaksi mulai turun, mending proaktif konsultasi ke petugas duluan daripada nunggu ditegur.

Kalau ada pertanyaan atau pengalaman serupa, feel free buat komen di bawah ya!

proses evaluasi penarikan mesin EDC BRILink

Untuk membaca artikel lainnya beberapa ada dibawah, dan untuk lengkapnya cek aja di Sitemap.

Posting Komentar

Baca Juga Artikel Terbaru

Memuat artikel...