QRIS Antar Negara 2026: Scan, Bayar, Selesai
PoinTru.com - Bayangkan Anda lagi berdiri di depan gerai street food di Bangkok, antre panjang, kantong penuh Baht hasil tukar di money changer bandara tadi pagi. Terus Anda lihat stiker QR di depan kasirnya. Dan tiba-tiba kepikiran, "Eh, bisa nggak ya pakai aplikasi BRI Saya buat bayar langsung?" Ternyata jawabannya, bisa. Dan ini bukan sesuatu yang baru diumumkan tahun ini saja.
QRIS antar negara per tahun 2026 sudah menjangkau enam negara utama, yaitu Thailand, Singapura, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, dan China. Peluncuran koridor QRIS ke China sendiri baru saja diresmikan pada 30 April 2026 oleh Bank Indonesia, menandai ekspansi sistem pembayaran digital terbesar yang pernah dilakukan Indonesia di kawasan Asia.
Seberapa Nyata QRIS Antar Negara Ini Bekerja?
Saya paham kalau sebagian orang masih skeptis. Fitur lintas negara di atas kertas memang sering terdengar lebih bagus dari praktiknya. Tapi dari data yagn ada, angkanya tidak main-main. Laporan Bank Indonesia untuk kuartal pertama 2026 mencatat pertumbuhan transaksi QRIS secara keseluruhan sebesar 116% year-on-year. Khusus transaksi lintas negara, volumenya mencapai 7,6 juta transaksi hanya di awal 2026.
Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia, menargetkan 60 juta pengguna QRIS aktif di tahun 2026 sebagai bagian dari program akselerasi digitalisasi pembayaran nasional. Target ini bukan angka yang asal sebut. Ekosistem pendukungnya sudah dibangun dari berbagai sisi, termasuk dari sisi merchant, regulasi, dan koneksi bilateral dengan bank sentral negara mitra.
Dari sisi perbankan komersial, Hendra Lembong selaku Presiden Direktur BCA mengungkapkan bahwa volume transaksi QRIS lintas negara melalui BCA mencapai Rp632 miliar hingga akhir 2025, naik 148% dari tahun sebelumnya. Angka ini naik drastis lagi di semester pertama 2026, dengan pertumbuhan volume mencapai 185% year-on-year. Ini bukan tren kecil, ini pergeseran perilaku pembayaran yang nyata.
Cara Pakai QRIS di Thailand, Scan PromptPay Langsung dari HP
Thailand menggunakan sistem pembayaran QR berbasis PromptPay. Kabar bagusnya, QRIS dan PromptPay sudah terkoneksi, artinya Anda bisa scan QR Thailand langsung dari aplikasi perbankan Indonesia yang mendukung QRIS lintas negara. Tidak perlu aplikasi tambahan, tidak perlu konversi manual.
Begini cara pakainya. Buka aplikasi BRIMo atau aplikasi bank Indonesia lain yang mendukung QRIS cross-border. Pilih menu "Bayar" atau "Scan QR". Arahkan kamera ke QR code PromptPay di merchant Thailand. Sistem akan otomatis mendeteksi bahwa ini transaksi lintas negara. Layar konfirmasi akan menampilkan jumlah dalam Baht dan setara Rupiah berdasarkan kurs real-time saat itu. Anda konfirmasi dan masukkan PIN. Selesai. Debit langsung dari saldo Rupiah Anda.
Satu hal yang perlu diingat, tidak semua merchant di Thailand sudah terhubung ke jaringan PromptPay yang terkoneksi ke QRIS Indonesia. Merchant di area wisata utama seperti Bangkok (Chatuchak, Siam, Asiatique), Chiang Mai, dan Phuket umumnya sudah mendukung. Tapi di warung pinggir jalan kecil di luar kota, belum tentu. Jadi tetap bawa sedikit uang tunai Baht sebagai backup.
Cara Pakai QRIS di Singapura, NETS dan SGQR Sudah Bisa Discan
Singapura sedikit berbeda. Negara ini punya dua jaringan QR yang umum dipakai, yaitu NETS dan SGQR (unified QR code yang mengintegrasikan berbagai penyedia pembayaran Singapura). Keduanya kini sudah terkoneksi dengan jaringan QRIS Indonesia.
Prosedur scan-nya sama persis dengan di Thailand. Yang berbeda adalah tampilan QR di merchant Singapura kadang memuat beberapa logo penyedia sekaligus dalam satu kode. Tenang saja, sistem QRIS Indonesia sudah bisa mengenali format SGQR dengan baik. Cukup scan dan sistem akan memproses konversi SGD ke Rupiah secara otomatis.
Untuk merchant yang paling banyak menerima QRIS dari Indonesia di Singapura, biasanya ada di pusat belanja seperti Mustafa Centre, Bugis Junction, dan kawasan wisata Chinatown. Beberapa restoran halal di Little India juga sudah aktif menerima pembayaran QRIS lintas negara.
| Negara | Sistem QR Lokal | Cakupan Merchant | Kurs Konversi |
|---|---|---|---|
| Thailand | PromptPay | Baik di kawasan wisata utama | THB ke IDR otomatis real-time |
| Singapura | NETS / SGQR | Baik di pusat perbelanjaan dan restoran | SGD ke IDR otomatis real-time |
| Malaysia | DuitNow QR | Cukup luas di area urban | MYR ke IDR otomatis real-time |
| Jepang | JCB QR / sistem lokal | Terbatas, terutama di toko besar | JPY ke IDR otomatis real-time |
| Korea Selatan | Sistem lokal terintegrasi | Berkembang di 2026 | KRW ke IDR otomatis real-time |
| China | Alipay / WeChat Pay QR | Baru diluncurkan April 2026 | CNY ke IDR otomatis real-time |
Kurs QRIS vs Money Changer, Mana yang Lebih Menguntungkan?
Ini pertanyaan yang paling sering Saya terima dari teman-teman yang tahu Saya selalu update soal teknologi keuangan digital. Dan jawaban Saya selalu sama, QRIS hampir selalu lebih kompetitif dibanding tukar tunai di money changer bandara.
Kenapa? Karena QRIS menggunakan mekanisme Local Currency Transaction, atau disingkat LCT. Sistem ini mendebit Rupiah dari rekening Anda berdasarkan kurs transaksi antar bank sentral yang berlaku saat itu, bukan kurs retail yang biasanya sudah ditambah margin keuntungan oleh money changer. Tidak ada biaya konversi ganda seperti yang sering terjadi saat Anda tukar ke USD dulu, baru ke Baht misalnya.
Sebagai orang yang jga mengelola keuangan usaha percetakan kecil-kecilan, Saya sangat sensitif sama selisih kurs. Dari beberapa perbandingan yang Saya lakukan secara mandiri, kurs QRIS biasanya lebih baik 1-2% dibanding money changer di bandara. Di bandara Suvarnabhumi Bangkok, selisihnya bisa lebih dari itu.
Aplikasi yang Sudah Mendukung QRIS Cross-Border di 2026
Tidak semua aplikasi bank Indonesia otomatis bisa dipakai untuk transaksi QRIS lintas negara. Hanya yang sudah mendapat persetujuan Bank Indonesia sebagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) untuk layanan cross-border yang bisa digunakan.
- BRIMo (Bank BRI) - termasuk yang paling awal mendukung QRIS cross-border
- myBCA dan BCA Mobile
- Livin by Mandiri
- BNI Mobile Banking
- OCBC Mobile
- GoPay (terbatas di beberapa negara)
- OVO (terbatas di Thailand dan Singapura)
- Dana (sedang ekspansi ke lebih banyak negara)
Saran Saya, sebelum berangkat ke luar negeri, cek dulu di menu QRIS aplikasi bank Anda apakah ada opsi "Pembayaran Luar Negeri" atau "QRIS Antarnegara". Kalau ada, berarti fitur sudah aktif dan siap digunakan. Kalau belum muncul, hubungi CS bank Anda untuk aktivasi manual.
Tips Agar QRIS Tidak Gagal Scan di Luar Negeri
Wah, ini bagian yang Saya rasa paling penting tapi jarang dibahas orang. Karena pengalaman Saya ngobrol sama beberapa traveler, masalah yang paling sering terjadi itu bukan soal kursnya, tapi soal gagal scan di lapangan. Dan penyebabnya, sepele.
Pertama, pastikan paket data atau WiFi Anda aktif saat scan. QRIS butuh koneksi internet untuk memproses transaksi real-time. Tidak ada mode offline. Kalau sinyal lemah, transaksi bisa timeout dan Anda perlu scan ulang.
- Aktifkan roaming data sebelum boarding, atau beli SIM card lokal di negara tujuan
- Pastikan saldo rekening cukup sebelum berangkat, karena tidak ada notifikasi "saldo kurang" yang real-time di semua aplikasi
- Update aplikasi bank ke versi terbaru sebelum pergi, karena update sering membawa perbaikan kompatibilitas QRIS internasional
- Perhatikan batas limit harian QRIS antar negara di aplikasi Anda, karena beberapa bank memiliki limit berbeda dari batas BI
- Jika gagal scan, coba screenshot QR code merchant dan upload manual ke fitur "Upload QR" di aplikasi (tidak semua aplikasi punya, tapi BRIMo punya)
Ke Mana QRIS Antar Negara Melangkah Setelah Ini?
Bank Indonesia sudah menyatakan bahwa negosiasi konektivitas QRIS dengan India dan Arab Saudi sedang dalam tahap finalisasi. Ini akan sangat signifikan, khususnya untuk koridor haji dan umrah yang setiap tahunnya melibatkan jutaan jamaah Indonesia yang membutuhkan solusi pembayaran di Tanah Suci.
Sebagai orang yang selalu mengikuti perkembangan teknologi dan AI, Saya melihat arah ini sangat menjanjikan. Kalau koridor Arab Saudi terealisasi di akhir 2026 atau 2027, ini akan jadi game changer bagi jutaan keluarga yang selama ini bergantung pada uang tunaiatau kartu kredit berbiaya tinggi saat di luar negeri.
Dan dari sisi ekosistem UMKM, Saya rasa ini juga membuka peluang baru. Seller Indonesia yang produknya dibeli wisatawan asing berpotensi menerima pembayaran langsung via QRIS kalau negaranya sudah terkoneksi. Arah ini yang Saya nantikan.
Akhir Kata
Jadi, intinya QRIS antar negara di tahun 2026 bukan lagi sekadar pilot project. Ini sudah menjadi infrastruktur pembayaran nyata yang bisa Anda gunakan hari ini, entah di Bangkok, Singapura, atau Kuala Lumpur. Dari pengalaman Saya memantau perkembangan ini sambil menjalankan keseharian sebagai Agen BRILink, transformasi seperti ini yang paling Saya apresiasi karena manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat biasa. Artikel tentang QRIS antar negara 2026 ini hopefully bisa ngasih Anda gambaran yang lebih jelas sebelum bepergian ke luar negeri. Kalau ada pertanyaan atau pengalaman serupa, feel free buat komen di bawah ya!
Baca artikel lainnya, cek aja di Sitemap.
Posting Komentar