![]()
PoinTru.com – Anda masih asal ketik prompt di ChatGPT tanpa mikir dua kali? Saya dulu juga gitu. Ketik aja apa yang ada di kepala, copy hasilnya, tempel di blog, publish. Selesai. Tapi setelah Saya baca-baca soal aturan baru AI di Indonesia yang berlaku tahun 2026 ini, jujur agak merinding. Ternyata ada jenis-jenis prompt ChatGPT terlarang yang kalau Anda pakai buat bikin konten blog, risikonya bukan cuma take down konten. Bisa sampai jeratan pidana.
Saya nemu informasi ini waktu lagi browsing soal regulasi AI terbaru. Sebagai orang yang tiap hari di depan komputer dan selalu kepo sama perkembangan teknologi AI, topik ini langsung bikin Saya berhenti scrolling dan baca sampai habis. Dan Saya rasa Anda juga perlu tau, apalagi kalau Anda blogger atau content creator yang pakai AI buat produksi konten.
Regulasi AI Indonesia 2026, Bukan Lagi Sekadar Himbauan
Sebelum masuk ke daftar prompt-nya, Saya perlu kasih konteks dulu. Tahun 2023, pemerintah lewat Surat Edaran Menkominfo No. 9 Tahun 2023 sebenernya udah bikin panduan etika AI. Tapi sifatnya masih “soft”, lebih ke himbauan. Nah, di 2026 ini ceritanya berubah drastis.
Menkomdigi Meutya Hafid mengonfirmasi bahwa pemerintah telah menyiapkan Peraturan Presiden tentang Peta Jalan AI Nasional dan Pedoman Etika AI pada awal 2026. Sementara itu, Edwin Hidayat Abdullah selaku Dirjen Ekosistem Digital Kemkomdigi menegaskan: “Per Januari 2026, AI generatif yang dimunculkan wajib diberi watermark. Jika tidak, akan di-take down.”
Ini bukan candaan. Indonesia bahkan jadi negara pertama yang memutus akses sementara layanan AI, yaitu Grok AI, pada Januari 2026 karena kegagalan mencegah konten asusila berbasis deepfake. Jadi regulasinya udah benar-benar dipake.
Dasar Hukum yang Perlu Anda Ketahui
Biar nggak bingung, ini beberapa landasan hukum yagn jadi payung regulasi AI di Indonesia saat ini.
- SE Menkominfo No. 9 Tahun 2023 tentang Etika Kecerdasan Artifisial, memuat 9 prinsip etika AI
- UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP Baru, khususnya Pasal 172 dan 407 soal konten asusila
- UU Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) untuk perlindungan data pengguna
- UU ITE beserta perubahannya untk konten digital secara umum
- Perpres Peta Jalan AI Nasional 2026 yang sedang disiapkan
- SKB 7 Menteri (Maret 2026) soal pembatasan AI di dunia pendidikan
7 Jenis Prompt ChatGPT Terlarang Buat Blogger Indonesia
Oke, sekarang masuk ke intinya. Dari berbagai sumber yang Saya kumpulkan, ada 7 kategori prompt yang berpotensi melanggar hukum kalau hasilnya dipublikasikan di blog atau platform digital Anda. Saya bukan ahli hukum ya, tapi Saya coba rangkum dengan bahasa yang gampang dipahami.
1. Prompt yang Meminta Manipulasi Identitas atau Deepfake
Misalnya Anda minta AI bikin teks seolah-olah ditulis oleh tokoh tertentu, atau generate gambar wajah orang lain tanpa izin. Ini masuk kategori manipulasi identitas. Kasus pemblokiran Grok AI di Januari 2026 itu preseden nyatanya. Pemerintah nggak main-main soal deepfake.
2. Prompt untuk Bikin Disinformasi, Hoax, atau Konten SARA
Kalau Anda pakai ChatGPT buat ngarang berita bohong atau bikin konten yang memicu konflik SARA, itu jelas melanggar UU ITE. Mau diedit pake bahasa sendiri pun, kalau inti kontennya hoax ya tetep kena.
3. Prompt Plagiarisme Langsung dan Pelanggaran Hak Cipta
Contohnya, “Tulis ulang artikel ini persis dengan gaya penulisannya” atau “Buat konten yang mirip banget sama karya si X.” Ini pelanggaran hak cipta. RUU Hak Cipta 2026 yang lagi dibahas DPR bahkan secara spesifik menyentuh isu ini. Saya udah pernah tulis soal RUU ini di artikel terpisah dna ternyata dampaknya luas banget.
4. Prompt untuk Memalsukan Data Riset atau Statistik
Ini yang bikin Saya kaget. BRIN, Badan Riset dan Inovasi Nasional, udah punya SOP yang melarang penggunaan AI untuk memalsukan data riset. Ancamannya? Blacklist dari komunitas ilmiah dan jeratan pidana. Jadi kalau Anda bikin artikel blog edukasi terus minta AI ngarang-ngarang angka statistik, itu bahaya.
Sebagai orang yang suka nulis blog sambil nyambi jadi Agen BRILink, Saya jadi makin hati-hati kalau pakai data di tulisan. Mending double check ke sumber aslinya daripada kena masalah belakangan.
5. Prompt yang Mengeksploitasi Data Pribadi Orang Lain
Misalnya, “Buatkan profil lengkap tentang si A berdasarkan data-data ini.” Kalau data itu didapat tanpa izin pemiliknya, Anda melanggar UU PDP. Dan ingat, UU PDP ini udah aktif penuh di 2026.
6. Prompt Instruksi Cybercrime atau Bypass Keamanan
Yang ini udah jelas sih. Prompt kayak “Cara hack akun” atau “Buat script phishing” itu melanggar hukum di mana pun, bukan cuma di Indonesia. Tapi ternyata masih ada aja orang yang coba-coba. ChatGPT sendiri punya filter buat nolak prompt kayak gini, tapi nggak semua tools AI sebenarnya seketap itu.
7. Prompt Konten yang Melanggar Norma Kesusilaan
KUHP Baru yang berlaku penuh sejak Januari 2026 punya pasal khusus soal ini, yaitu Pasal 172 dan 407. Konten asusila yang dihasilkan AI, entah berupa teks maupun gambar, kalau dipublikasikan ya tetap kena pasal ini. Nggak ada pengecualian karena “kan ini AI yang bikin, bukan Saya.”
Ringkasan 7 Prompt Terlarang dan Dasar Hukumnya
Biar Anda lebih gampang ingetnya, Saya bikin tabel ringkasannya.
| No | Jenis Prompt Terlarang | Dasar Hukum | Risiko Sanksi |
|---|---|---|---|
| 1 | Manipulasi identitas dan deepfake | UU ITE, Perpres AI 2026 | Take down, pidana |
| 2 | Disinformasi, hoax, konten SARA | UU ITE | Pidana, denda |
| 3 | Plagiarisme dan pelanggaran hak cipta | UU Hak Cipta, RUU HC 2026 | Gugatan perdata, pidana |
| 4 | Pemalsuan data riset dan statistik | SOP BRIN, UU ITE | Blacklist, pidana |
| 5 | Eksploitasi data pribadi tanpa izin | UU PDP | Denda, pidana |
| 6 | Instruksi cybercrime dan bypass keamanan | UU ITE | Pidana |
| 7 | Konten melanggar norma kesusilaan | KUHP Baru Pasal 172, 407 | Pidana |
Cara Aman Pakai ChatGPT untuk Blog di 2026
Terus gimana dong? Nggak boleh pakai AI sama sekali? Bukan gitu. AI tetap boleh dipakai, tapi caranya yang perlu disesuaikan. Dari yang Saya pelajari, ada beberapa langkah supaya blog Anda tetap aman.
Wajibkan Label Transparansi di Setiap Konten
Ini yang paling mendasar. Setiap konten yang dibuat dengan bantuan AI harus diberi label atau watermark. Bisa berupa disclaimer di awal atau akhir artikel, misalnya “Artikel ini ditulis dengan bantuan AI dan diedit oleh manusia.” Simple, tapi wajib.
SE Menkominfo No. 9 Tahun 2023 menyebutkan 9 prinsip etika AI. Salah satunya transparansi. Dan di 2026, transparansi ini bukan lagi prinsip doang, tapi kewajiban yang ada konsekuensi hukumnya.
Selalu Verifikasi Fakta Secara Manual
Jangan pernah publish data atau statistik dari AI tanpa cek ulang ke sumber aslinya. Saya pernah ngalamin sendiri, minta ChatGPT kasih data, ternyata angkanya ngarang. Untung Saya cek dulu sebelum publish. Kalau nggak, bisa malu dan lebih parahnya lagi bisa kena masalah hukum kalau datanya sensitif.
- Cek setiap angka, kutipan, dan klaim faktual ke sumber primer
- Jangan pakai prompt yang meminta AI “mengarang” data seolah-olah itu fakta
- Tambahkan atribusi atau sumber di setiap klaim yang Anda muat di blog
- Gunakan AI sebagai alat bantu riset awal, bukan sebagai sumber tunggal
Hindari Prompt yang Meniru Karya Orang Lain
Ini kesalahan yang menurut Saya paling umum dilakukan blogger. Minta AI nulis dengan “gaya si X” atau “persis kayak artikel di website Y.” Itu plagiarisme, meskipun hasilnya bukan copy-paste kata per kata. Lebih aman bikin prompt yang meminta AI membantu mengembangkan ide orisinal Anda sendiri.
Dari pengalaman Saya yang juga ngurus usaha percetakan rumahan, Saya paham banget soal orisinalitas desain. Klien pernah minta Saya “tiru persis” desain orang lain, dan Saya tolak karena itu pelanggaran. Prinsip yang sama berlaku buat konten tulisan.
Kenapa Aturan Ini Penting Buat Ekosistem Digital?
Mungkin Anda mikir aturan ini terlalu ketat. Tapi coba liat dari sisi lain. Nezar Patria selaku Wakil Menteri Komunikasi dan Digital pernah menyebutkan bahwa penurunan trafik pembaca media nasional mencapai 70% akibat agregasi konten oleh sistem AI platform global. Tujuh puluh persen. Angka yagn gila kalau dipikir-pikir.
Aturan ini dibuat bukan untuk membatasi kreativitas. Tujuannya melindungi ekosistem konten digital yang sehat. Kalau semua orang asal generate konten tanpa tanggung jawab, yang rugi itu semua orang jga. Termasuk Anda dan Saya sebagai blogger.
Catatan Jujur dari Saya
Saya pengen terus terang. Topik regulasi dan hukum ini bukan bidang Saya. Saya cuma blogger yang kebetulan suka belajar hal baru, terutama soal AI dan teknologi. Semua yang Saya tulis di sini Saya kumpulkan dari baca-baca berita, cek situs resmi pemerintah, dan nonton beberapa konten penjelasan di YouTube. Kalau ada penafsiran yang keliru, Saya terbuka banget buat dikoreksi. Tulis aja di komentar, Saya pasti baca.
Yang penting, sekarang Anda udah tau bahwa pakai AI buat bikin konten itu ada batasannya. Pakai dengan bijak, kasih label transparan, dan jangan pernah malas verifikasi fakta. Itu aja sih kunci utamanya.
Baca artikel lainnya, cek aja di Sitemap.


Min mau tanya, kalo buat pemula yang baru pertama kali nyoba ChatGPT, step awalnya mending mulai dari mana dulu ya?
Sama kak @Vania, awalnya saya juga bingung, tapi pas dicoba pelan-pelan ternyata gampang banget dipraktekin.
Bantu sharing ya kak @Vania, di versi sebelumnya juga jalan kok, kemaren sempet tes di device temen dan work.
@Farah mantap gan, makasih infonya, jadi makin yakin buat nyoba.
Bookmark dulu gan, ntar malem pas santai baru mau dipelajari detail.
Bener min, temen saya kemarin juga sempat bingung di bagian Prompt ChatGPT Terlarang, pas dikasih tips ini langsung solved.
Kak, kalo di tempat saya hasilnya agak beda, apa ada langkah kecil yang kemungkinan kelewat ya?
Bantu sharing ya kak @Mega, di versi sebelumnya juga jalan kok, kemaren sempet tes di device temen dan work.
Setau saya aman banget gan @Mega, saya udah jalan hampir sebulan setelah coba trik ChatGPT ini dan gak ada kendala sama sekali.
@Deni sip gan responnya jelas banget, makasih banyak pencerahannya!
Bantu jawab ya kak @Mega, kemarin saya nyoba di spek pas-pasan ternyata tetep aman dan lancar kok, asal jangan sambil buka banyak aplikasi berat aja.
Ada yang udah praktekin 2026? Kira-kira butuh waktu berapa lama ya buat proses lengkapnya?
Kira-kira butuh budget/biaya tambahan lagi gak ya min buat maksimalkan Prompt ChatGPT Terlarang ini?
Izin ninggalin jejak dulu min, materinya daging banget.
Mau tanya min, kalo datanya belum di-backup dulu aman langsung dieksekusi gak ya? Makasih sebelumnya.
Mau tanya min, kalo datanya belum di-backup dulu aman langsung dieksekusi gak ya? Makasih sebelumnya.
@Bayu pengalaman saya kemarin butuh sekitar 15-20 menitan gan, yang penting ikuti urutannya jangan ada yang diloncat.
@Bayu pengalaman saya kemarin butuh sekitar 15-20 menitan gan, yang penting ikuti urutannya jangan ada yang diloncat.
Makasih banyak min, sangat mencerahkan!
Izin nanya gan, ini berlaku juga buat versi sebelum atau sesudahnya gak ya? Ada yang pernah coba?
Gak butuh biaya tambahan kok kak @Agus, semuanya bisa pake opsi bawaan atau yang gratisan.
@Agus aman kok kak, tapi tetep sangat disaranin backup dulu buat jaga-jaga, biar lebih tenang ngerjainnya.
@Agus pengalaman saya kemarin butuh sekitar 15-20 menitan gan, yang penting ikuti urutannya jangan ada yang diloncat.
@Agus aman kok kak, tapi tetep sangat disaranin backup dulu buat jaga-jaga, biar lebih tenang ngerjainnya.
Makasih banyak min, sangat mencerahkan!
Kira-kira butuh budget/biaya tambahan lagi gak ya min buat maksimalkan ChatGPT ini?
Bantu sharing ya kak @Intan, di versi sebelumnya juga jalan kok, kemaren sempet tes di device temen dan work.
Min mau tanya, kalo buat pemula yang baru pertama kali nyoba Indonesia, step awalnya mending mulai dari mana dulu ya?
@Gita kalo error biasanya tinggal di-restart atau diulang dari step sebelumnya gan, gak bakal ngerusak sistem kok.
@Gita mending pake opsi pertama dulu kak, jauh lebih ramah buat pemula dan langkahnya lebih simpel.
Udah pernah ngalamin problem serupa bulan lalu, untung nemu artikel ini jadi makin paham duduk perkaranya.
Ada yang udah praktekin Terlarang? Kira-kira butuh waktu berapa lama ya buat proses lengkapnya?
@Desi coba periksa lagi koneksi sama settingan awalnya gan, kemarin saya juga sempet beda ternyata ada satu opsi yang belum diaktifin.
Setuju banget sama penjelasannya min, kuncinya emang kudu sabar pas di bagian 2026 biar gak gagal.
Nice info min. Mau nanya dong, ada resiko error di tengah jalan gak pas nerapin Prompt ChatGPT Terlarang ini?
Bantu sharing ya kak @Gita, di versi sebelumnya juga jalan kok, kemaren sempet tes di device temen dan work.
Sama kak @Gita, awalnya saya juga bingung, tapi pas dicoba pelan-pelan ternyata gampang banget dipraktekin.
Dulu pernah salah kaprah soal Terlarang, sekarang jadi lebih jelas arahnya setelah baca tulisan ini.
Singkat, padat, dan solutif. Makasih admin udah mau berbagi ilmu.
Ada yang udah praktekin Listicle Praktis? Kira-kira butuh waktu berapa lama ya buat proses lengkapnya?
@Yudi kalo error biasanya tinggal di-restart atau diulang dari step sebelumnya gan, gak bakal ngerusak sistem kok.
Izin ninggalin jejak dulu min, materinya daging banget.
Wah pas banget lagi nyari panduan soal 2026. Min, kalo ada kendala pas step akhir biasanya solusinya apa ya?
Sama kak @Reza, awalnya saya juga bingung, tapi pas dicoba pelan-pelan ternyata gampang banget dipraktekin.
Bagus pembahasannya, sudut pandangnya realistis dan gampang dipahami sama orang awam sekalipun.
Awalnya sempet skeptis pas baca judulnya, tapi pas dipraktekin step by step ternyata hasilnya memuaskan.
Dulu pernah salah kaprah soal Prompt ChatGPT Terlarang, sekarang jadi lebih jelas arahnya setelah baca tulisan ini.
Sip min, ulasannya jelas dan bermanfaat. Ditunggu update tulisan berikutnya!
Udah saya tes di kondisi real, efektivitas trik Prompt ini emang mantap banget.
Wah baru tahu ada solusi sesimpel ini buat ChatGPT. Makasih ya min!
Sip min, ulasannya jelas dan bermanfaat. Ditunggu update tulisan berikutnya!
Menarik pembahasannya. Btw ada syarat khusus gak sih min sebelum kita mulai setup Prompt ini?
Nice info min. Mau nanya dong, ada resiko error di tengah jalan gak pas nerapin Listicle Praktis ini?
Bantu jawab ya kak @Rina, kemarin saya nyoba di spek pas-pasan ternyata tetep aman dan lancar kok, asal jangan sambil buka banyak aplikasi berat aja.
@Rina pengalaman saya kemarin butuh sekitar 15-20 menitan gan, yang penting ikuti urutannya jangan ada yang diloncat.
Makasih infonya kak @Angga, sangat ngebantu buat yang masih pemula kayak saya.
Wah baru tahu ada solusi sesimpel ini buat ChatGPT. Makasih ya min!
Udah pernah ngalamin problem serupa bulan lalu, untung nemu artikel ini jadi makin paham duduk perkaranya.
Keren ulasannya, langsung saya share ke grup wa temen-temen.
Ada yang udah praktekin Listicle Praktis? Kira-kira butuh waktu berapa lama ya buat proses lengkapnya?
@Yoga pengalaman saya kemarin butuh sekitar 15-20 menitan gan, yang penting ikuti urutannya jangan ada yang diloncat.
Wah baru tahu ada solusi sesimpel ini buat Prompt ChatGPT Terlarang. Makasih ya min!