Lewati ke konten utama
Desa Ciwaru Ciemas, Gerbang Geopark UNESCO Sukabumi

Desa Ciwaru Ciemas, Gerbang Geopark UNESCO Sukabumi

Tutorial/How-to
9 menit baca 2,500 views

Pemandangan Desa Ciwaru Kecamatan Ciemas pusat Geopark Ciletuh UNESCO

PoinTru.com – Anda tahu nggak, ada sebuah desa di selatan Sukabumi yang dulunya hanya bisa dijangkau lewat laut, naik perahu, dengan risiko yang tidak kecil setiap kali ombak tinggi? Desa Ciwaru di Kecamatan Ciemas namanya. Saya pertama kali membaca soal sejarahnya dan langsung tercengang. Sekarang desa itu sudah jadi pusat UNESCO Global Geopark yang diakui dunia. Transformasinya luar biasa, dan cerita di baliknya lebih menarik dari yang Anda bayangkan.

Desa Ciwaru terletak di Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada koordinat 7°13’4″S 106°28’49″E. Posisinya langsung menghadap Samudra Hindia di sisi barat, menjadikannya titik akses maritim penting di kawasan Jampang. Di antara seluruh desa di Kecamatan Ciemas, Ciwaru mencatat kepadatan penduduk tertinggi, yaitu 5,17 jiwa per hektar, jauh di atas rata-rata desa tetangganya.

Pada 17 April 2018 di Paris, Prancis, kawasan Ciletuh-Palabuhanratu resmi mendapat status UNESCO Global Geopark. Desa Ciwaru menjadi pusat administrasi dan operasional dari geopark seluas 126.100 hektar ini.

Desa Ciwaru dan Sejarah yang Tidak Banyak Orang Tahu

Nama asli desa ini bukan Ciwaru. Pemukiman ini awalnya disebut Cikalong Heubeul, didirikan oleh tiga bersaudara keturunan Kerajaan Pajajaran yang juga memiliki garis darah dari Cirebon dan Banten. Mereka adalah Eyang Lamping, Eyang Roplan, dan Mbah Durak. Menurut tradisi lisan yang masih dijaga warga setempat, Mbah Durak bersama dua pengawalnya, Mbah Gimbling dan Mbah Suranimang, memilih menetap dan membuka lahan di pesisir Ciletuh ini.

Mbah Durak dimakamkan di Kampung Cikalong Citiis, yang kini masuk wilayah Desa Mekarsakti. Fakta ini menarik buat Saya, karena menunjukkan bahwa Ciwaru bukan hanya desa tua, tapi juga “rahim” dari desa-desa lain yang kemudian lahir di sekitarnya.

Titik balik paling dramatis terjadi pada 1976. Saat itu Ciwaru masih sepenuhnya terisolasi dari daratan. Kepala Desa kelima, H. Moch. Rohmi, memimpin gerakan gotong royong yang berhasil membangun jalan sepanjang 18 kilometer dalam waktu 40 hari saja. Empat puluh hari! Jalan itu menghubungkan Ciwaru ke pusat kecamatan dan kewedanaan, membuka pintu distribusi hasil laut dan pertanian ke pasar-pasar regional.

Dimensi GeografisData
Luas Kecamatan Ciemas30.168 Ha
Kepadatan Penduduk Ciwaru5,17 orang/Ha (tertinggi di kecamatan)
Jarak ke Ibu Kota Kabupaten55 Km
Jarak ke Ibu Kota Provinsi113 Km
Jarak ke Ibu Kota Negara223 Km
Luas Geopark Ciletuh126.100 Ha (8 kecamatan, 74 desa)

Pemekaran Wilayah dari Ciwaru ke Desa-Desa Lainnya

Pertumbuhan penduduk dan kebutuhan layanan publik yang makin besar mendorong Ciwaru melepas sebagian wilayahnya menjadi desa-desa mandiri. Prosesnya bertahap dan berlangsung selama beberapa dekade.

  • Desa Mekarjaya dimekarkan pada tahun 1979 sebagai entitas pertama yang pisah dari Ciwaru
  • Desa Tamanjaya terbentuk dari pemisahan Kampung Cirameng karena kepadatan penduduk yang terus bertambah
  • Desa Mekarsakti menyusul sebagai entitas mandiri untuk mengelola potensi daratan di sisi selatan
  • Ciwaru tetap sebagai desa induk yang memegang peran sentral hingga hari ini

Setiap desa pemekaran itu kemudian berkembang dengan spesialisasi ekonominya sendiri. Tamanjaya, misalnya, fokus ke pertanian dataran tinggi, sementara Ciwaru mempertahankan dominasinya sebagai pusat perikanan dan pariwisata pesisir. Pembagian kerja yang organik, bukan dipaksakan dari atas.

Pantai Palangpang di Desa Ciwaru pusat aktivitas nelayan
Amfiteater Ciletuh formasi geologi di kawasan Desa Ciwaru
Curug Cimarinjung air terjun ikonik dekat Desa Ciwaru Ciemas

Geologi Desa Ciwaru yang Bikin Para Ilmuwan Tertarik

Ini bagian yang paling Saya suka dari cerita Ciwaru. Secara geologi, desa ini berada di atas “Geoarea Ciletuh” dengan tema subduction zone uplifted rocks. Artinya, yang kita injak di sini adalah batuan dasar samudra dan kerak bumi tertua di Jawa Barat yang muncul ke permukaan akibat proses tektonik kompleks jutaan tahun silam.

Departemen Geografi Universitas Indonesia tercatat secara konsisten melakukan pengambilan data fisik dan sosial di wilayah ini. Bukan tanpa alasan. Singkapan batuan langka dan fosil tektonik yang ada di sini menjadikan Ciwaru sebagai laboratorium alam yang sulit ditandingi.

Yang paling ikonik adalah mega amfiteater Ciletuh. Struktur sesar normal ini membentuk cekungan besar berbentuk tapal kuda yang terbuka ke arah laut. Dinding amfiteaternya dihiasi deretan air terjun. Dari Puncak Darma di Desa Girimukti, panorama lengkapnya bisa terlihat, pegunungan, lembah purba, dan pantai-pantai Ciwaru seperti Pantai Palangpang dan Pantai Cikadal menyatu dalam satu bingkai pemandangan.

Kategori KeragamanUnsur Strategis di Kawasan Ciwaru
Keragaman GeologiAmfiteater Ciletuh, Batuan Ofiolit, Kompleks Melange, Fosil Tektonik
Keragaman HayatiHutan Konservasi Cipeucang, Hutan Mangrove, Budidaya Ikan Sidat
Keragaman BudayaTradisi Hari Nelayan, Batik Pakidulan, Situs Megalitikum Cengkuk dan Kujang

Ekonomi Ciwaru, Antara Sawah dan Samudra Hindia

Desa Ciwaru punya keberuntungan ganda yang tidak dimiliki banyak desa lain. Di daratan, ada ekosistem sawah yang subur di kaki tebing amfiteater. Di laut, ada Samudra Hindia yang produktif. Dua sumber kehidupan ini berjalan beriringan selama puluhan tahun.

Pantai Palangpang di Kampung Palangpang berfungsi sebagai pusat aktivitas nelayan. Ada tempat pelelangan ikan (TPI) di sana. Nelayan Ciwaru bersaing dengan sentra perikanan lain di Sukabumi Selatan seperti Pelabuhanratu, Cisolok, dan Ujunggenteng. Bukan persaingan kecil.

Yang menarik, wilayah ini juga mulai mengembangkan budidaya ikan sidat di sekitar muara sungai yang ditutupi mangrove. Sidat punya nilai ekonomi tinggi di pasar Jepang. Potensinya besar, walau butuh pengelolaan ekstra hati-hati agar tidak merusak ekosistem yang sudah ada.

Di sektor pertanian, ada inovasi yang cukup cerdas. Desa Wisata Hanjeli di kawasan Ciemas mengajak wisatawan mengenal proses panen tanaman hanjeli, dari memotong menggunakan etem hingga menumbuk pakai lisung. Pertanian bertemu pariwisata, dan hasilnya tidak mengecewakan.

Nelayan di Pantai Palangpang Desa Ciwaru Ciemas
Budidaya ikan sidat di kawasan hutan mangrove Ciwaru
Destinasi wisata air terjun sekitar Desa Ciwaru Kecamatan Ciemas

Destinasi Wisata di Sekitar Desa Ciwaru

Kalau Anda berencana berkunjung, siapkan diri untuk kewalahan memilih. Destinasi wisata di wilayah ini mencakup spektrum yang lebar, dari air terjun sampai situs geologi, dari pantai terpencil sampai pulau-pulau kecil di lepas pantai.

  • Curug Cimarinjung yang jadi ikon kawasan, plus Curug Sodong, Cikanteh, Awang, Tengah, dan Puncakmanik
  • Pantai Palangpang sebagai pusat aktivitas, Pantai Cikadal untuk yang ingin lebih sepi
  • Pulau Mandra, Pulau Kunti, dan Pulau Manuk untuk wisata pulau
  • Batu Batik dan Batu Naga sebagai situs geologi dengan pola perlapisan batuan yang unik
  • Puncak Darma, Panenjoan, dan Puncak Tugu sebagai titik pandang amfiteater

Saat musim libur, angka kunjungan bisa tembus 28 ribu orang dalam satu periode. Angka itu bukan kecil untuk wilayah yang infrastrukturnya masih terus berkembang. Manajemen kerumunan dan fasilitas sanitasi jadi tantangan nyata yang harus diantisipasi.

Nama AkomodasiFasilitas UtamaKarakteristik Lokasi
Ciletuh Suite HomestayAC, Restoran, WiFi, ParkirDekat Pantai Palangpang dan Curug Cimarinjung
RedDoorz Geopark CiletuhWater Heater, Alat Mandi, WiFiLokasi strategis dekat pusat aktivitas
Bungalo TradisionalAC, Kolam Renang, Akses PantaiDesain lokal untuk wisatawan premium
Ciletuh HillsRestoran (08.00-21.00), Parkir LuasDi area perbukitan dengan pemandangan terbuka

Akses ke Ciwaru Sebelum dan Sesudah Sabuk Geopark

Sebelum 2017, perjalanan ke Ciwaru adalah perkara tersendiri. Jalan sempit, waktu tempuh panjang, dan kondisi jalan yang tidak selalu bersahabat. Tapi pembangunan “Sabuk Geopark” atau Jalur Loji-Puncak Darma sepanjang 33 kilometer mengubah segalanya.

Jalur ini menghubungkan Simpang Loji dengan Puncak Darma dan turun langsung ke Ciwaru. Buat yang dari Jakarta atau Bandung, waktu perjalanan terpangkas cukup signifikan.

Ada tiga pilihan rute yang bisa Anda pertimbangkan. Rute Cikidang menawarkan jarak lebih pendek sekitar 33 km dari Sukabumi, tapi jalurnya ekstrem dengan tikungan tajam di sisi tebing dan jurang. Bisa hemat 1,5 hingga 2 jam dari Jakarta, tapi butuh konsentrasi penuh saat berkendara. Rute Cibadak lebih landai dan aman untuk perjalanan malam, cocok untuk yang membawa keluarga. Jalur Sabuk Ciletuh via Loji-Puncak Darma memberikan pengalaman visual paling spektakuler, dengan laut biru terlihat dari ketinggian dan kondisi jalan yang mulus terawat.

Curah hujan tinggi di kawasan ini sering memicu longsor di Jalur Loji. Sebelum berangkat, pastikan Anda mengecek kondisi cuaca dan status jalan terbaru, terutama di musim penghujan.

Budaya dan Tradisi Desa Ciwaru yang Masih Terjaga

Saya selalu percaya bahwa desa yang kuat bukan hanya yang punya alam indah, tapi juga yang masyarakatnya masih memegang tradisi. Dan Ciwaru ada di kategori itu.

Perayaan Hari Nelayan di desa ini sudah berlangsung selama 68 tahun berturut-turut. Bukan sekadar seremoni tahunan, ini bentuk nyata rasa syukur komunitas pesisir atas hasil laut. Rangkaian acaranya meliputi ritual syukuran laut, pertunjukan kesenian tradisional seperti angklung, sisingaan, dan buncis, serta bazar UMKM yang berlangsung satu minggu penuh.

Ada juga kesenian Jipeng, perpaduan musik tradisional dengan instrumen warisan kolonial seperti terompet dan drum, biasanya tampil saat upacara Seren Taun. Dan Ngagondang, tradisi menumbuk padi bersama menggunakan lesung, yang kini juga menjadi atraksi wisata edukatif.

Oh iya, di kawasan Ciemas juga ada situs megalitik yang tidak banyak orang perhatikan. Situs Tugu Cengkuk punya bangunan megalitik lengkap berupa menhir, batu saji, dan punden berundak. Ada juga Situs Batu Kujang. Buat pecinta sejarah, ini tambang emas informasi.

Di bidang ekonomi kreatif, perajin lokal seperti Yudi di Kampung Ciloa mengolah limbah kayu dan bambu menjadi teko, gelas, dan ukiran patung yang dipasarkan lewat media sosial. Kerajinan dari bahan kerang juga populer sebagai oleh-oleh, dari perhiasan sampai pigura hias.

Fasilitas Pendidikan dan Pojok Geopark untuk Generasi Muda

Salah satu hal yang Saya temukan cukup unik di Ciwaru adalah keberadaan “Pojok Geopark” di SDN Tegalcaringin. Fasilitas non-formal ini didirikan pada 2017 di bawah naungan UNESCO, dan fungsinya sebagai pusat literasi kebumian bagi anak-anak setempat. Nilai-nilai konservasi geopark ditanamkan sejak dini. Pendekatan yang menurut Saya jauh lebih efektif dibanding kampanye dari atas ke bawah.

Fasilitas pendidikan formal di desa ini mencakup SD Negeri Ciwaru, MTSS Ciwaru Al-Furqon di Dusun Cikanteh, SMP Negeri 1 Ciemas, dan berbagai madrasah di sekitar wilayah. Museum Geopark di Pusat Informasi Ciletuh-Palabuhanratu (GIC) juga menambah dimensi edukasi bagi pengunjung dari luar daerah.

FAQ Seputar Desa Ciwaru Kecamatan Ciemas

Di mana letak Desa Ciwaru secara administratif?
Desa Ciwaru terletak di Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Koordinatnya berada di 7°13’4″S 106°28’49″E, dengan posisi menghadap langsung ke Samudra Hindia di sisi barat wilayahnya.
Kenapa Desa Ciwaru jadi pusat Geopark Ciletuh?
Ciwaru memiliki posisi strategis sebagai titik administrasi dan operasional kawasan geopark. Di sinilah pusat informasi, akses utama wisatawan, dan berbagai fasilitas pendukung geopark terpusat. Kawasan ini mendapat status UNESCO Global Geopark pada 17 April 2018 di Paris, Prancis.
Apa saja objek wisata unggulan di dekat Desa Ciwaru?
Beberapa destinasi utama meliputi Pantai Palangpang, Curug Cimarinjung, Curug Sodong, Puncak Darma sebagai viewpoint amfiteater, serta Pulau Mandra dan Pulau Kunti untuk wisata bahari. Situs geologi seperti Batu Batik dan Batu Naga juga jadi daya tarik tersendiri.
Bagaimana cara terbaik menuju Desa Ciwaru dari Jakarta?
Ada tiga rute utama. Rute Cikidang lebih pendek tapi jalurnya menantang dengan tikungan tajam. Rute Cibadak lebih aman dan landai, cocok untuk perjalanan malam. Jalur Sabuk Geopark via Loji-Puncak Darma memberikan pemandangan paling spektakuler dengan kondisi jalan yang terawat baik.
Apakah ada tradisi budaya khas di Desa Ciwaru?
Ya, Perayaan Hari Nelayan yang sudah berlangsung 68 tahun berturut-turut adalah tradisi paling ikonik. Ada juga kesenian Jipeng, tradisi Ngagondang, serta situs megalitik seperti Situs Tugu Cengkuk yang masih terjaga di kawasan Ciemas.

Akhir Kata

Jadi, intinya Desa Ciwaru bukan sekadar destinasi wisata akhir pekan. Ini adalah desa dengan lapisan sejarah yang dalam, transformasi ekonomi yang nyata, dan posisi internasional yang tidak main-main sebagai jantung UNESCO Global Geopark Ciletuh-Palabuhanratu. Dari pengalaman Saya mendalami profil desa ini, ada satu pelajaran yang terus terngiang, bahwa kemajuan paling solid lahir dari gotong royong warga yang tahu apa yang mereka punya dan berani merawatnya. Artikel tentang Desa Ciwaru Kecamatan Ciemas ini hopefully bisa ngasih Anda gambaran yang lebih jelas sebelum berkunjung atau sekadar memuaskan rasa ingin tahu. Kalau ada pertanyaan atau pengalaman serupa, feel free buat komen di bawah ya!

Baca artikel lainnya, cek aja di Sitemap.

93 Komentar

  1. Galih Permana

    Bener min, temen saya kemarin juga sempat bingung di bagian Ciwaru, pas dikasih tips ini langsung solved.

  2. Ratih Kumala

    Penasaran sama bagian Ciemas tadi, mending pake opsi yang pertama atau kedua ya min buat hasil yang lebih optimal?

    1. Dinda Permata

      @Ratih pengalaman saya kemarin butuh sekitar 15-20 menitan gan, yang penting ikuti urutannya jangan ada yang diloncat.

  3. Citra Kirana

    Penjelasannya enak dibaca, padat dan to the point gak bertele-tele kayak blog sebelah.

  4. Siti Rahma

    Penasaran sama bagian Sukabumi tadi, mending pake opsi yang pertama atau kedua ya min buat hasil yang lebih optimal?

    1. Rendy Ardiansyah

      Gak butuh biaya tambahan kok kak @Siti, semuanya bisa pake opsi bawaan atau yang gratisan.

  5. Putri Ayu

    Izin ninggalin jejak dulu min, materinya daging banget.

  6. Maya Safitri

    Penasaran sama bagian Ciwaru tadi, mending pake opsi yang pertama atau kedua ya min buat hasil yang lebih optimal?

  7. Rendy Ardiansyah

    Rekomendasi yang sangat masuk akal sih, langsung saya bookmark buat referensi tim kantor.

  8. Galih Permana

    Mau tanya min, kalo datanya belum di-backup dulu aman langsung dieksekusi gak ya? Makasih sebelumnya.

    1. Yudi Hermawan

      Bantu sharing ya kak @Galih, di versi sebelumnya juga jalan kok, kemaren sempet tes di device temen dan work.

  9. Winda Lestari

    Penasaran sama bagian Tutorial/How-to tadi, mending pake opsi yang pertama atau kedua ya min buat hasil yang lebih optimal?

    1. Yoga Pratama

      Bantu jawab ya kak @Winda, kemarin saya nyoba di spek pas-pasan ternyata tetep aman dan lancar kok, asal jangan sambil buka banyak aplikasi berat aja.

  10. Zahra Fadilah

    Izin tanya min, ini aman gak ya kalo diterapin di device yang speknya standar? Takut nge-drop performanya.

  11. Ratih Kumala

    Bener min, temen saya kemarin juga sempat bingung di bagian Sukabumi, pas dikasih tips ini langsung solved.

  12. Winda Lestari

    Izin tanya min, ini aman gak ya kalo diterapin di device yang speknya standar? Takut nge-drop performanya.

    1. Dewi Lestari

      @Winda kalo error biasanya tinggal di-restart atau diulang dari step sebelumnya gan, gak bakal ngerusak sistem kok.

  13. Doni Kusuma

    Izin tanya min, ini aman gak ya kalo diterapin di device yang speknya standar? Takut nge-drop performanya.

    1. Bagus Kusuma

      Sama kak @Doni, awalnya saya juga bingung, tapi pas dicoba pelan-pelan ternyata gampang banget dipraktekin.

      1. Doni Kusuma

        Makasih infonya kak @Bagus, sangat ngebantu buat yang masih pemula kayak saya.

    2. Dimas Nugroho

      @Doni pengalaman saya kemarin butuh sekitar 15-20 menitan gan, yang penting ikuti urutannya jangan ada yang diloncat.

      1. Doni Kusuma

        Makasih infonya kak @Dimas, sangat ngebantu buat yang masih pemula kayak saya.

  14. Deni Prasetyo

    Dulu pernah salah kaprah soal Ciemas, sekarang jadi lebih jelas arahnya setelah baca tulisan ini.

  15. Vicky Firmansyah

    Awalnya sempet skeptis pas baca judulnya, tapi pas dipraktekin step by step ternyata hasilnya memuaskan.

  16. Hendra Gunawan

    Rekomendasi yang sangat masuk akal sih, langsung saya bookmark buat referensi tim kantor.

  17. Gilang Ramadhan

    Kira-kira butuh budget/biaya tambahan lagi gak ya min buat maksimalkan Gerbang ini?

    1. Arif Rahman

      @Gilang pengalaman saya kemarin butuh sekitar 15-20 menitan gan, yang penting ikuti urutannya jangan ada yang diloncat.

    2. Dian Kusuma

      @Gilang coba periksa lagi koneksi sama settingan awalnya gan, kemarin saya juga sempet beda ternyata ada satu opsi yang belum diaktifin.

    3. Bella Safira

      @Gilang coba periksa lagi koneksi sama settingan awalnya gan, kemarin saya juga sempet beda ternyata ada satu opsi yang belum diaktifin.

      1. Gilang Ramadhan

        @Bella sip gan responnya jelas banget, makasih banyak pencerahannya!

    4. Rio Dewanto

      Gak butuh biaya tambahan kok kak @Gilang, semuanya bisa pake opsi bawaan atau yang gratisan.

  18. Sarah Novianti

    Kira-kira butuh budget/biaya tambahan lagi gak ya min buat maksimalkan Ciemas ini?

  19. Anton Wijaya

    Wah baru tahu ada solusi sesimpel ini buat Ciemas. Makasih ya min!

  20. Karina Ayu

    Menarik pembahasannya. Btw ada syarat khusus gak sih min sebelum kita mulai setup Ciwaru ini?

    1. Dian Kusuma

      @Karina pengalaman saya kemarin butuh sekitar 15-20 menitan gan, yang penting ikuti urutannya jangan ada yang diloncat.

    2. Doni Kusuma

      @Karina coba periksa lagi koneksi sama settingan awalnya gan, kemarin saya juga sempet beda ternyata ada satu opsi yang belum diaktifin.

      1. Karina Ayu

        @Doni sip gan responnya jelas banget, makasih banyak pencerahannya!

  21. Zahra Fadilah

    Ada yang udah praktekin Tutorial/How-to? Kira-kira butuh waktu berapa lama ya buat proses lengkapnya?

    1. Desi Ratnasari

      Bantu sharing ya kak @Zahra, di versi sebelumnya juga jalan kok, kemaren sempet tes di device temen dan work.

  22. Yuliana Safitri

    Singkat, padat, dan solutif. Makasih admin udah mau berbagi ilmu.

  23. Rio Dewanto

    Bener min, temen saya kemarin juga sempat bingung di bagian UNESCO, pas dikasih tips ini langsung solved.

  24. Tari Lestari

    Udah saya tes di kondisi real, efektivitas trik Desa Ciwaru Ciemas ini emang mantap banget.

  25. Maya Safitri

    Izin tanya min, ini aman gak ya kalo diterapin di device yang speknya standar? Takut nge-drop performanya.

    1. Galih Permana

      @Maya mending pake opsi pertama dulu kak, jauh lebih ramah buat pemula dan langkahnya lebih simpel.

    2. Zahra Fadilah

      Bantu sharing ya kak @Maya, di versi sebelumnya juga jalan kok, kemaren sempet tes di device temen dan work.

    3. Bagus Kusuma

      Bantu sharing ya kak @Maya, di versi sebelumnya juga jalan kok, kemaren sempet tes di device temen dan work.

      1. Maya Safitri

        Wah makasih banyak ya kak @Bagus udah bantu jawab, langsung saya coba sekarang deh.

  26. Bayu Saputra

    Dulu pernah salah kaprah soal Geopark, sekarang jadi lebih jelas arahnya setelah baca tulisan ini.

  27. Anisa Putri

    Penasaran sama bagian Ciwaru tadi, mending pake opsi yang pertama atau kedua ya min buat hasil yang lebih optimal?

    1. Intan Nuraini

      @Anisa kalo error biasanya tinggal di-restart atau diulang dari step sebelumnya gan, gak bakal ngerusak sistem kok.

    2. Putri Ayu

      Sama kak @Anisa, awalnya saya juga bingung, tapi pas dicoba pelan-pelan ternyata gampang banget dipraktekin.

      1. Anisa Putri

        @Putri mantap gan, makasih infonya, jadi makin yakin buat nyoba.

    3. Nadya Salsabila

      @Anisa kalo error biasanya tinggal di-restart atau diulang dari step sebelumnya gan, gak bakal ngerusak sistem kok.

      1. Anisa Putri

        Wah makasih banyak ya kak @Nadya udah bantu jawab, langsung saya coba sekarang deh.

  28. Citra Kirana

    Bener min, temen saya kemarin juga sempat bingung di bagian Sukabumi, pas dikasih tips ini langsung solved.

  29. Budi Santoso

    Wah pas banget lagi nyari panduan soal Ciemas. Min, kalo ada kendala pas step akhir biasanya solusinya apa ya?

    1. Vicky Firmansyah

      @Budi aman kok kak, tapi tetep sangat disaranin backup dulu buat jaga-jaga, biar lebih tenang ngerjainnya.

  30. Bagus Kusuma

    Kira-kira butuh budget/biaya tambahan lagi gak ya min buat maksimalkan Geopark ini?

  31. Angga Wijaya

    Izin tanya min, ini aman gak ya kalo diterapin di device yang speknya standar? Takut nge-drop performanya.

  32. Firman Syahputra

    Udah pernah ngalamin problem serupa bulan lalu, untung nemu artikel ini jadi makin paham duduk perkaranya.

  33. Danang Wicaksono

    Penasaran sama bagian Desa tadi, mending pake opsi yang pertama atau kedua ya min buat hasil yang lebih optimal?

  34. Dian Kusuma

    Kak, kalo di tempat saya hasilnya agak beda, apa ada langkah kecil yang kemungkinan kelewat ya?

    1. Deni Prasetyo

      Bantu jawab ya kak @Dian, kemarin saya nyoba di spek pas-pasan ternyata tetep aman dan lancar kok, asal jangan sambil buka banyak aplikasi berat aja.

      1. Dian Kusuma

        @Deni sip gan responnya jelas banget, makasih banyak pencerahannya!

  35. Aulia Rahmawati

    Bener min, temen saya kemarin juga sempat bingung di bagian Desa, pas dikasih tips ini langsung solved.

  36. Melati Sukma

    Mau tanya min, kalo datanya belum di-backup dulu aman langsung dieksekusi gak ya? Makasih sebelumnya.

    1. Galih Permana

      @Melati pengalaman saya kemarin butuh sekitar 15-20 menitan gan, yang penting ikuti urutannya jangan ada yang diloncat.

  37. Eko Prasetyo

    Kak, kalo di tempat saya hasilnya agak beda, apa ada langkah kecil yang kemungkinan kelewat ya?

  38. Deni Prasetyo

    Bookmark dulu gan, ntar malem pas santai baru mau dipelajari detail.

  39. Rian Hidayat

    Kebetulan kemarin lusa sempet nyobain langkah Sukabumi ini, dan beneran work lancar tanpa kendala.

  40. Siti Rahma

    Kebetulan kemarin lusa sempet nyobain langkah Gerbang ini, dan beneran work lancar tanpa kendala.

  41. Angga Wijaya

    Penasaran sama bagian UNESCO tadi, mending pake opsi yang pertama atau kedua ya min buat hasil yang lebih optimal?

    1. Maya Safitri

      @Angga coba periksa lagi koneksi sama settingan awalnya gan, kemarin saya juga sempet beda ternyata ada satu opsi yang belum diaktifin.

  42. Pandu Kusuma

    Keren ulasannya, langsung saya share ke grup wa temen-temen.

  43. Rio Dewanto

    Nice info min. Mau nanya dong, ada resiko error di tengah jalan gak pas nerapin Geopark ini?

    1. Arif Rahman

      Bantu jawab ya kak @Rio, kemarin saya nyoba di spek pas-pasan ternyata tetep aman dan lancar kok, asal jangan sambil buka banyak aplikasi berat aja.

      1. Rio Dewanto

        @Arif sip gan responnya jelas banget, makasih banyak pencerahannya!

  44. Angga Wijaya

    Bener min, temen saya kemarin juga sempat bingung di bagian Gerbang, pas dikasih tips ini langsung solved.

  45. Rina Wulandari

    Penjelasannya enak dibaca, padat dan to the point gak bertele-tele kayak blog sebelah.

  46. Anton Wijaya

    Wah pas banget lagi nyari panduan soal Desa. Min, kalo ada kendala pas step akhir biasanya solusinya apa ya?

  47. Mega Utami

    Kebetulan kemarin lusa sempet nyobain langkah Tutorial/How-to ini, dan beneran work lancar tanpa kendala.

  48. Dwi Cahyono

    Ada yang udah praktekin UNESCO? Kira-kira butuh waktu berapa lama ya buat proses lengkapnya?

    1. Rian Hidayat

      Sama kak @Dwi, awalnya saya juga bingung, tapi pas dicoba pelan-pelan ternyata gampang banget dipraktekin.

  49. Vania Pratiwi

    Nice info min. Mau nanya dong, ada resiko error di tengah jalan gak pas nerapin Ciemas ini?

  50. Angga Wijaya

    Menarik pembahasannya. Btw ada syarat khusus gak sih min sebelum kita mulai setup Sukabumi ini?

    1. Zahra Fadilah

      Bantu sharing ya kak @Angga, di versi sebelumnya juga jalan kok, kemaren sempet tes di device temen dan work.

      1. Angga Wijaya

        @Zahra mantap gan, makasih infonya, jadi makin yakin buat nyoba.

  51. Reza Pahlevi

    Bagus pembahasannya, sudut pandangnya realistis dan gampang dipahami sama orang awam sekalipun.

  52. Yuliana Safitri

    Bookmark dulu gan, ntar malem pas santai baru mau dipelajari detail.

  53. Zahra Fadilah

    Setuju banget sama penjelasannya min, kuncinya emang kudu sabar pas di bagian Ciemas biar gak gagal.

  54. Angga Wijaya

    Kalo dibandingin sama cara yang lama, metode UNESCO ini ada kelemahan tersendiri gak sih? Masih agak ragu nih.

  55. Arif Rahman

    Setuju banget sama penjelasannya min, kuncinya emang kudu sabar pas di bagian Sukabumi biar gak gagal.

  56. Rio Dewanto

    Penjelasannya enak dibaca, padat dan to the point gak bertele-tele kayak blog sebelah.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *