PoinTru.com – Jujur, Saya baru-baru ini nemu banyak banget artikel dan video soal tiga hal besar yang lagi bikin heboh dunia keuangan Indonesia di pertengahan 2026 ini. QRIS yang merambah sampai Jepang dan Tiongkok, BPI Danantara yang melikuidasi ratusan BUMN, sampai istilah “Agentic AI” yang tiba-tiba muncul di mana-mana. Sebagai Agen BRILink yang tiap hari berhubungan langsung dengan transaksi digital dan aplikasi BRImo, Saya merasa topik ini terlalu menarik untuk dilewatkan begitu saja. Jadi Saya coba rangkum dari berbagai sumber yang Saya baca di internet, semoga bisa jadi gambaran yang lebih mudah dipahami buat Anda juga.
Ada 5 hal besar yang perlu Anda tahu soal transformasi keuangan digital Indonesia 2026. Dan percayalah, ini bukan sekadar berita biasa. Ini perubahan yang benar-benar terasa sampai ke transaksi harian kita.
1. QRIS Kini Bisa Dipakai di Jepang, Tiongkok, dan Korea Selatan
Ini yang bikin Saya takjub waktu baca-baca beberapa bulan lalu. QRIS, yang selama ini Saya kenal sebagai alat bayar di warung sebelah atau minimarket, ternyata sekarang sudah bisa dipakai di luar negeri. Bukan hanya Thailand atau Malaysia yang sudah duluan, tapi sekarang merambah ke Asia Timur.
Berdasarkan berbagai sumber yang Saya kumpulkan, QRIS Cross-Border diluncurkan di Jepang pada 17 Agustus 2025, tepat di Hari Kemerdekaan ke-80 Indonesia. Kolaborasinya melibatkan Bank Indonesia, Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), serta pihak Jepang melalui Payment Japan Association (PJA) dan Netstars. Konsumen Indonesia bisa langsung bayar di puluhan ribu merchant Jepang pakai aplikasi pembayaran domestik biasa.
Lalu pada 30 April 2026, giliran Tiongkok. Nilai perdagangan bilateral Indonesia-Tiongkok yang mencapai $18 miliar membuat integrasi ini masuk akal secara ekonomi. QRIS kini terkoneksi dengan Alipay dan UnionPay International. Dan Korea Selatan menyusul di April 2026, didukung kerangka Local Currency Transaction (LCT) yang sudah jalan sejak September 2024, yang artinya biaya konversi mata uang berganda bisa dipangkas.
Berikut ringkasan perkembangan QRIS Cross-Border yang Saya rangkum dari berbagai sumber.
| Negara Mitra | Tanggal Implementasi | Mitra Infrastruktur | Catatan Penting |
|---|---|---|---|
| Thailand | Agustus 2022 | PromptPay | 994.890 transaksi, Rp437,54 miliar |
| Malaysia | Mei 2023 | DuitNow / PayNet | 4,31 juta transaksi, Rp1,15 triliun |
| Singapura | 17 November 2023 | NETS | 238.216 transaksi, Rp77,06 miliar |
| Jepang | 17 Agustus 2025 | JPQR Global / Netstars / METI / PJA | Integrasi bertahap inbound dan outbound |
| Tiongkok | 30 April 2026 | Alipay dan UnionPay International | Menopang potensi perdagangan $18 miliar |
| Korea Selatan | April 2026 | Bank of Korea / KFTC | Terintegrasi kerangka LCT sejak Sept 2024 |
Secara kumulatif, awal 2026 total transaksi QRIS Antarnegara sudah menembus 7,6 juta transaksi. Rinciannya 5,9 juta transaksi masuk (wisatawan mancanegara di Indonesia) dan 1,7 juta transaksi keluar (orang Indonesia yang bayar di luar negeri). BCA bahkan melaporkan lonjakan volume QRIS Cross-Border sebesar 185% Year-on-Year sampai Desember 2025, dengan nilai nominal mencapai Rp632 miliar. Bank Indonesia sendiri menargetkan 60 juta pengguna QRIS domestik dan 45 juta merchant pada akhir 2026.
2. BPI Danantara Sedang Merombak Ratusan BUMN Sekaligus
Nah, ini yang agak bikin Saya pusing waktu pertama kali baca. Tapi setelah Saya telusuri dari beberapa artikel dan video, pelan-pelan mulai kebayang gambar besarnya. BPI Danantara atau Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara diresmikan Presiden Prabowo pada 24 Februari 2025. Sederhananya, ini adalah superholding yang mengkonsolidasikan seluruh kekayaan dan aset strategis negara di luar APBN.
Apa yang bikin ini beda dari lembaga serupa sebelumnya? Landasannya sudah dikuatkan dengan beberapa undang-undang baru, yaitu UU No. 1 Tahun 2025 dan UU No. 16 Tahun 2025. Fungsi kementerian sebagai regulator dipisahkan tegas dari Danantara sebagai pengelola operasional. Dan yang paling signifikan, Presiden RI bertindak langsung sebagai Pembina dan Penanggung Jawab Utama, sehingga hambatan birokrasi antar-kementerian bisa dipangkas lebih cepat.
Langkah Konkret yang Sudah Berjalan
Dari yang Saya baca, Danantara bukan hanya wacana. Ada langkah nyata yang sudah dijalankan.
- Penutupan dan likuidasi 274 perusahaan BUMN yang tidak produktif sampai akhir Juli 2026, dengan target menyisakan sekitar 350 BUMN total.
- Penggabungan 137 unit hotel milik berbagai BUMN ke dalam satu induk pengelolaan aset.
- Konsolidasi empat manajer investasi BUMN, yaitu Mandiri Manajemen Investasi (MMI), BRI Manajemen Investasi, BNI Asset Management, dan PNM Investment Management, menjadi satu entitas dengan total dana kelolaan mencapai Rp170 triliun.
BRI, Mandiri, dan BNI menjadi tiga pilar utama perbankan dalam portofolio Danantara. Dan hasilnya mulai terlihat. Laba BUMN yang dikoreksi di tahun 2024 mencatat Rp186 triliun. Lalu di 2025, laba bersih BUMN melonjak 75,3% menjadi Rp326 triliun. Proyeksi dividen BUMN untuk 2026 bahkan ditargetkan menembus Rp200 triliun, tanpa suntikan PMN.
BRI sendiri memanfaatkan integrasi Danantara untuk memperluas UMKM ke pasar internasional, termasuk ke Singapura dan kawasan regional lainnya, melalui sinergi pembiayaan mikro dan fasilitas QRIS lintas batas.
3. BRImo dan DANA Gangguan, Ini Penjelasan yang Saya Temukan
Pernah nggak, tiba-tiba transaksi BRImo Anda pending atau gagal tanpa sebab yang jelas? Saya sendiri beberapa kali dapat pertanyaan ini dari pelanggan yang mampir ke layanan BRILink Saya. Dan jujur, dulu Saya juga bingung mau jawab apa.
Setelah baca-baca dari berbagai sumber, ternyata ada penjelasan yang masuk akal. Selama periode 2025 hingga pertengahan 2026, perbankan nasional dan penyedia e-wallet sedang dalam proses besar-besaran modernisasi infrastruktur. Ini mencakup modernisasi kerangka BI-FAST untuk mendukung estimasi nilai transaksi digital sebesar $43 miliar pada tahun 2030, sinkronisasi sistem LCT lintas negara, dan penyelarasan basis data rekening ke sistem pelaporan terpadu Danantara.
Dampak langsungnya bagi pengguna seperti kita, yaitu ada masa maintenance tidak terjadwal, transaksi pending atau timeout, gagal autentikasi login, sampai saldo yang lambat sinkron. Bukan berarti uang kita hilang atau banknya bermasalah secara finansial. Ini lebih ke dampak sementara dari proses migrasi API dan sinkronisasi data yang memang butuh waktu.
Apa yang bisa dilakukan kalau ngalamin hal ini? Dari yang Saya baca di berbagai panduan teknis.
- Bersihkan cache dan data aplikasi BRImo atau DANA terlebih dahulu.
- Verifikasi ulang status koneksi internet Anda, kadang masalahnya sesimpel itu.
- Kalau transaksi pending, tunggu konfirmasi status otomatis dari clearing house sebelum mencoba lagi. Jangan langsung ulang transaksi, karena berisiko double debit.
- Lakukan prosedur pemulihan kata sandi jika login gagal berulang kali.
4. Kenapa Istilah Agentic AI Tiba-Tiba Ramai Dibicarakan?
Sebagai orang yang tiap hari ada di depan komputer dan suka ngulik perkembangan teknologi, Saya langsung penasaran waktu pertama kali nemu istilah “Agentic AI” ini di beberapa artikel keuangan. Beda banget sama chatbot biasa yang cuma bisa jawab pertanyaan.
Dari yang Saya pahami setelah baca beberapa sumber, Agentic AI itu lebih dari sekadar sistem cerdas. Ini adalah perangkat lunak otonom yang bisa bernalar, merencanakan langkah-langkah secara berurutan, menggunakan API secara mandiri, dan punya memori kontekstual yang adaptif. Artinya, kalau ada masalah transaksi misalnya saldo menggantung antara QRIS Korea dan Indonesia, agen ini bisa sendiri membaca log gateway pembayaran, memeriksa ledger internal BRI, mengecek nilai tukar LCT yang berlaku pada detik transaksi, lalu mengeksekusi tindakan koreksi tanpa harus nunggu persetujuan manusia untuk kasus-kasus standar.
Tiga Generasi Sistem Rekonsiliasi Pembayaran
Biar lebih gampang kebayang, Saya coba gambarkan evolusinya berdasarkan yang Saya pelajari.
| Dimensi | Generasi 1 (Rule-Based) | Generasi 2 (ML-Augmented) | Generasi 3 (Agentic AI) |
|---|---|---|---|
| Logika Keputusan | Aturan deterministik kaku | Skor probabilitas statistik | Penalaran kontekstual berbasis LLM |
| Penanganan Eksepsi | Gagal otomatis jika aturan terlanggar | Diarahkan ke antrean manusia | Diinvestigasi dan diselesaikan secara otonom |
| Adaptabilitas Data | Butuh coding aturan baru | Retraining model berkala | Pembelajaran berlanjut dari feedback loop |
| Waktu Resolusi | Jam hingga hari | Jam dengan bantuan manusia | Detik hingga menit secara real-time |
| Dampak Finansial | Biaya pemeliharaan codebase tinggi | Penurunan biaya operasional sedang | Reduksi biaya operasional bank 15-20% |
Yang bikin Saya makin tertarik, riset industri yang Saya baca menyebutkan bahwa otomatisasi berbasis agen ini mampu menekan waktu pemrosesan klaim dan underwriting hingga 70%, mengurangi false positive di sistem pemantauan transaksi hingga 40-60%, dan satu orang analis bisa mengawasi 20 hingga 30 agen AI otonom sekaligus. Wah, ini game changer banget kalau beneran bisa berjalan mulus.
Tiga Lapisan Arsitektur yang Menjaga Keamanannya
Nah, satu kekhawatiran wajar yang mungkin Anda rasakan, apakah aman menyerahkan keputusan finansial ke AI? Dari yang Saya pelajari, industri perbankan memisahkan arsitektur ini ke dalam tiga lapisan tegas.
Lapisan pertama adalah Intent Formation and Orchestration Layer. Di sinilah agen AI berinteraksi, menganalisis masalah, mengumpulkan log data menggunakan teknik Retrieval-Augmented Generation (RAG), lalu merencanakan langkah penyelesaian.
Lapisan kedua adalah Authorization and Control Layer, semacam batasan keamanan deterministik. Di sini sistem mengecek apakah tindakan yang direncanakan agen berada dalam batas anggaran risiko, dan memverifikasi identitas kriptografis agen untuk mencegah pemalsuan.
Lapisan ketiga adalah Settlement Layer, yaitu lapisan penyelesaian akhir di core banking atau sistem kliring Bank Indonesia. Perpindahan dana di sini bersifat sah dan tidak bisa dibatalkan sembarangan. Pemisahan ini memastikan meskipun AI berpikir probabilistik dan adaptif, eksekusi finansial tetap tunduk pada aturan kepatuhan, audit trail, dan pengawasan regulator.
5. Apa Dampak Nyata Semua Ini Bagi Kita sebagai Pengguna?
Oke, setelah semua yang Saya pelajari itu, pertanyaan yang paling relevan buat Saya dan mungkin juga buat Anda adalah, “Lalu ini artinya apa buat kehidupan keuangan sehari-hari kita?”
Dari perspektif saya sebagai pengguna aktif ekosistem BRI sekaligus Agen BRILink, Saya melihat gambar besarnya begini. Dalam jangka pendek, kita mungkin masih akan sesekali menemukan gangguan teknis di BRImo atau DANA. Itu normal dalam masa transisi infrastruktur sebesar ini. Yang penting, jangan panik dan ikuti langkah mitigasi yang sudah Saya sebutkan di poin sebelumnya.
Dalam jangka panjang, manfaatnya jauh lebih besar. QRIS Cross-Border membuka peluang yang sebelumnya tidak ada, terutama bagi pelaku UMKM yang ingin menjangkau pasar Jepang, Tiongkok, atau Korea Selatan tanpa harus ribet soal biaya konversi mata uang berlapis. Restrukturisasi BUMN lewat Danantara, kalau berjalan sesuai rencana, bisa menciptakan ekosistem perbankan yang lebih efisien dan menghasilkan dividen lebih besar buat negara. Dan adopsi Agentic AI di perbankan artinya resolusi masalah transaksi yang lebih cepat dan lebih akurat ke depannya.
Koordinasi antara Bank Indonesia dan OJK juga disebut perlu diperkuat, terutama untuk standarisasi protokol API dan bahasa data pembayaran lintas negara, plus panduan regulasi penggunaan Agentic AI yang menjamin perlindungan konsumen dan keterlacakan audit.
Pertanyaan yang Sering Saya Temui Seputar Topik Ini
Catatan Terakhir
Saya harap rangkuman ini cukup membantu. Jujur, ini bukan bidang Saya banget. Saya cuma penasaran, terus baca-baca dari berbagai artikel, nonton beberapa video, dan nyoba rangkum ulang dengan bahasa yang lebih gampang dicerna. Kalau ada yang kurang tepat atau ada info terbaru yang Saya lewatkan, Saya malah seneng banget kalau Anda mau koreksi atau nambahin di kolom komentar. Sharing is caring, dan Saya percaya kita semua bisa saling belajar dari sini.
Baca artikel lainnya, cek aja di Sitemap.



Kira-kira butuh budget/biaya tambahan lagi gak ya min buat maksimalkan Agentic ini?
Bantu jawab ya kak @Laila, kemarin saya nyoba di spek pas-pasan ternyata tetep aman dan lancar kok, asal jangan sambil buka banyak aplikasi berat aja.
Makasih infonya kak @Arif, sangat ngebantu buat yang masih pemula kayak saya.
@Laila mending pake opsi pertama dulu kak, jauh lebih ramah buat pemula dan langkahnya lebih simpel.
@Danang mantap gan, makasih infonya, jadi makin yakin buat nyoba.
Wah pas banget lagi nyari panduan soal Transformasi Digital Perbankan. Min, kalo ada kendala pas step akhir biasanya solusinya apa ya?
Mau tanya min, kalo datanya belum di-backup dulu aman langsung dieksekusi gak ya? Makasih sebelumnya.
Penasaran sama bagian BPI Danantara restrukturisasi BUMN tadi, mending pake opsi yang pertama atau kedua ya min buat hasil yang lebih optimal?
Sama kak @Silvia, awalnya saya juga bingung, tapi pas dicoba pelan-pelan ternyata gampang banget dipraktekin.
Bener min, temen saya kemarin juga sempat bingung di bagian Agentic AI perbankan Indonesia, pas dikasih tips ini langsung solved.
Menarik pembahasannya. Btw ada syarat khusus gak sih min sebelum kita mulai setup QRIS Cross-Border Asia Timur ini?
Setau saya aman banget gan @Dian, saya udah jalan hampir sebulan setelah coba trik Keuangan Digital Indonesia ini dan gak ada kendala sama sekali.
Wah makasih banyak ya kak @Gita udah bantu jawab, langsung saya coba sekarang deh.
Menarik pembahasannya. Btw ada syarat khusus gak sih min sebelum kita mulai setup Agentic AI perbankan Indonesia ini?
@Bella pengalaman saya kemarin butuh sekitar 15-20 menitan gan, yang penting ikuti urutannya jangan ada yang diloncat.
@Bella kalo error biasanya tinggal di-restart atau diulang dari step sebelumnya gan, gak bakal ngerusak sistem kok.
Penasaran sama bagian Tutorial/How-to tadi, mending pake opsi yang pertama atau kedua ya min buat hasil yang lebih optimal?
Bantu jawab ya kak @Bagus, kemarin saya nyoba di spek pas-pasan ternyata tetep aman dan lancar kok, asal jangan sambil buka banyak aplikasi berat aja.
Wah pas banget lagi nyari panduan soal Agentic. Min, kalo ada kendala pas step akhir biasanya solusinya apa ya?
Kalo dibandingin sama cara yang lama, metode Agentic ini ada kelemahan tersendiri gak sih? Masih agak ragu nih.
Sama kak @Nurul, awalnya saya juga bingung, tapi pas dicoba pelan-pelan ternyata gampang banget dipraktekin.
Wah makasih banyak ya kak @Siska udah bantu jawab, langsung saya coba sekarang deh.
Gak butuh biaya tambahan kok kak @Nurul, semuanya bisa pake opsi bawaan atau yang gratisan.
@Danang sip gan responnya jelas banget, makasih banyak pencerahannya!
Kak, kalo di tempat saya hasilnya agak beda, apa ada langkah kecil yang kemungkinan kelewat ya?
Penjelasannya enak dibaca, padat dan to the point gak bertele-tele kayak blog sebelah.
Kira-kira butuh budget/biaya tambahan lagi gak ya min buat maksimalkan Danantara ini?
@Teguh coba periksa lagi koneksi sama settingan awalnya gan, kemarin saya juga sempet beda ternyata ada satu opsi yang belum diaktifin.
Sama kak @Teguh, awalnya saya juga bingung, tapi pas dicoba pelan-pelan ternyata gampang banget dipraktekin.
Kalo dibandingin sama cara yang lama, metode Tutorial/How-to ini ada kelemahan tersendiri gak sih? Masih agak ragu nih.
Sama kak @Doni, awalnya saya juga bingung, tapi pas dicoba pelan-pelan ternyata gampang banget dipraktekin.
Makasih infonya kak @Siti, sangat ngebantu buat yang masih pemula kayak saya.
Setau saya aman banget gan @Doni, saya udah jalan hampir sebulan setelah coba trik Danantara ini dan gak ada kendala sama sekali.
Bantu sharing ya kak @Doni, di versi sebelumnya juga jalan kok, kemaren sempet tes di device temen dan work.
Bookmark dulu gan, ntar malem pas santai baru mau dipelajari detail.
Mau tanya min, kalo datanya belum di-backup dulu aman langsung dieksekusi gak ya? Makasih sebelumnya.
Terima kasih banyak infonya kak, ngebantu banget buat tugas saya.
Menarik pembahasannya. Btw ada syarat khusus gak sih min sebelum kita mulai setup QRIS Cross-Border Danantara ini?
Setau saya aman banget gan @Agus, saya udah jalan hampir sebulan setelah coba trik Agentic AI perbankan Indonesia ini dan gak ada kendala sama sekali.
@Nadya sip gan responnya jelas banget, makasih banyak pencerahannya!
@Agus aman kok kak, tapi tetep sangat disaranin backup dulu buat jaga-jaga, biar lebih tenang ngerjainnya.
@Rendy sip gan responnya jelas banget, makasih banyak pencerahannya!
Udah saya tes di kondisi real, efektivitas trik QRIS Cross-Border Danantara ini emang mantap banget.
Nice share min, ilmunya sangat aplikatif.
Akhirnya nemu panduan BPI Danantara restrukturisasi BUMN yang runut dan gak bikin bingung.
Setuju banget sama penjelasannya min, kuncinya emang kudu sabar pas di bagian QRIS Cross-Border Asia Timur biar gak gagal.
Udah saya tes di kondisi real, efektivitas trik Cross-Border ini emang mantap banget.
Kebetulan kemarin lusa sempet nyobain langkah Cross-Border ini, dan beneran work lancar tanpa kendala.
Awalnya sempet skeptis pas baca judulnya, tapi pas dipraktekin step by step ternyata hasilnya memuaskan.
Ada yang udah praktekin Agentic? Kira-kira butuh waktu berapa lama ya buat proses lengkapnya?
Bener min, temen saya kemarin juga sempat bingung di bagian Tutorial/How-to, pas dikasih tips ini langsung solved.
Udah saya tes di kondisi real, efektivitas trik QRIS Cross-Border Asia Timur ini emang mantap banget.
Sip min, ulasannya jelas dan bermanfaat. Ditunggu update tulisan berikutnya!
Min mau tanya, kalo buat pemula yang baru pertama kali nyoba BPI Danantara restrukturisasi BUMN, step awalnya mending mulai dari mana dulu ya?
@Dian kalo error biasanya tinggal di-restart atau diulang dari step sebelumnya gan, gak bakal ngerusak sistem kok.
@Zahra mantap gan, makasih infonya, jadi makin yakin buat nyoba.
Sama kak @Dian, awalnya saya juga bingung, tapi pas dicoba pelan-pelan ternyata gampang banget dipraktekin.
Kalo dibandingin sama cara yang lama, metode 2026 ini ada kelemahan tersendiri gak sih? Masih agak ragu nih.
Bantu jawab ya kak @Kevin, kemarin saya nyoba di spek pas-pasan ternyata tetep aman dan lancar kok, asal jangan sambil buka banyak aplikasi berat aja.
Ada yang udah praktekin Agentic AI perbankan Indonesia? Kira-kira butuh waktu berapa lama ya buat proses lengkapnya?
Bantu jawab ya kak @Arif, kemarin saya nyoba di spek pas-pasan ternyata tetep aman dan lancar kok, asal jangan sambil buka banyak aplikasi berat aja.
@Arif pengalaman saya kemarin butuh sekitar 15-20 menitan gan, yang penting ikuti urutannya jangan ada yang diloncat.
Kalo dibandingin sama cara yang lama, metode Danantara ini ada kelemahan tersendiri gak sih? Masih agak ragu nih.
Izin tanya min, ini aman gak ya kalo diterapin di device yang speknya standar? Takut nge-drop performanya.
Terima kasih banyak infonya kak, ngebantu banget buat tugas saya.
Singkat, padat, dan solutif. Makasih admin udah mau berbagi ilmu.
Izin nanya gan, ini berlaku juga buat versi sebelum atau sesudahnya gak ya? Ada yang pernah coba?
@Hendra kalo error biasanya tinggal di-restart atau diulang dari step sebelumnya gan, gak bakal ngerusak sistem kok.
Kak, kalo di tempat saya hasilnya agak beda, apa ada langkah kecil yang kemungkinan kelewat ya?
Bantu jawab ya kak @Gilang, kemarin saya nyoba di spek pas-pasan ternyata tetep aman dan lancar kok, asal jangan sambil buka banyak aplikasi berat aja.
Sip min, ulasannya jelas dan bermanfaat. Ditunggu update tulisan berikutnya!
Dulu pernah salah kaprah soal Agentic AI perbankan Indonesia, sekarang jadi lebih jelas arahnya setelah baca tulisan ini.
Kalo dibandingin sama cara yang lama, metode Agentic ini ada kelemahan tersendiri gak sih? Masih agak ragu nih.
Menarik pembahasannya. Btw ada syarat khusus gak sih min sebelum kita mulai setup Agentic ini?
Terima kasih banyak infonya kak, ngebantu banget buat tugas saya.
Bener min, temen saya kemarin juga sempat bingung di bagian Keuangan Digital Indonesia, pas dikasih tips ini langsung solved.
Dulu pernah salah kaprah soal QRIS Cross-Border Danantara, sekarang jadi lebih jelas arahnya setelah baca tulisan ini.
Min mau tanya, kalo buat pemula yang baru pertama kali nyoba QRIS Cross-Border Danantara, step awalnya mending mulai dari mana dulu ya?
Awalnya sempet skeptis pas baca judulnya, tapi pas dipraktekin step by step ternyata hasilnya memuaskan.
Wah pas banget lagi nyari panduan soal Agentic AI perbankan Indonesia. Min, kalo ada kendala pas step akhir biasanya solusinya apa ya?
Udah pernah ngalamin problem serupa bulan lalu, untung nemu artikel ini jadi makin paham duduk perkaranya.
Kira-kira butuh budget/biaya tambahan lagi gak ya min buat maksimalkan Agentic ini?
Bantu jawab ya kak @Vania, kemarin saya nyoba di spek pas-pasan ternyata tetep aman dan lancar kok, asal jangan sambil buka banyak aplikasi berat aja.
Makasih infonya kak @Dewi, sangat ngebantu buat yang masih pemula kayak saya.